Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Ini Alasan Polisi Belum Tahan Idris Al Marbawy

Polisi mengungkap alasan belum menahan Idris Al-Marbawy kendati sang YouTuber didesak ormas di Kabupaten Malang agar segera ditahan.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Ormas Malang Bersatu mendesak polisi agar segera menahan Idris Al Marbawy (Gus Idris), YouTuber yang diduga telah membuat konten-konten kontroversial yang dianggap meresahkan. Desakan tersebut disampaikan saat melakukan audiensi dengan Polres Malang pada Rabu (15/9/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Polisi mengungkap alasan belum menahan Idris Al-Marbawy kendati sang YouTuber didesak ormas di Kabupaten Malang agar segera ditahan.

Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono, memberi penjelasan terkait hal tersebut.

“Perihal penahanan kami masih belum ada bentuk gelar lebih lanjut. Mungkin nanti kami gelarkan perlu adanya penahanan atau tidak. Karena sekarang berkas sudah berjalan, tinggal sedikit lagi, kalau dilakukan penahanan juga masih ada pertimbangan-pertimbangan tertentu,” beber Bagoes ketika dikonfirmasi pada Rabu (15/9/2021).

Bagoes menegaskan proses hukum yang sedang dijalani Idris terus berjalan.

“Berkasnya masih berjalan sudah dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan. Tapi masih ada beberapa bahan pemeriksaan yang belum kita lengkapi, tapi itu akan segera kami lengkapi,” tutur mantan Kapolres Madiun ini.

Bila berkas sudah lengkap, polisi selanjutnya akan mengirimkannya ke kejaksaan.

Sementara itu, terkait penahanan merupakan kewenangan pihak kejaksaan.

Menanggapi protes para ormas terkait dugaan hoaks video pasangan bukan suami istri yang mengalami gancet ketika berhubungan badan, kini masih dalam proses penyelidikan.

“Pada asus kedua sementara masih dalam proses penyelidikan, dan kami masih menunggu apakah akan ada yang melakukan pelaporan atau tidak,” papar Bagoes.

Terakhir, Bagoes memastikan proses penanganan kasus video konten kontroversial karya Idris yang kedua tetap berlanjut.

“Teknis penyelidikan masih berjalan, dan hampir rampung. Sementara kami belum menerima pelaporan dari masyarakat untuk kasus kedua,” tutup Bagoes.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved