Berita Malang Hari Ini
Fairuziba Bolen Malang Justru Berjaya di Masa Pandemi, Pangsa Pasar Makin Luas Hingga Luar Negeri
Pemilik Fairuziba Bolen Malang, Ismiati Sholikah mengaku kue produksi rumahnya di Jalan Ikan Teri, Tunjungsekar, Lowokwaru Malang go internasional
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Di tengah masa pandemi Covid, pangsa pasar jajanan Fairuziba Bolen Malang justru makin luas.
Pemilik Fairuziba Bolen Malang, Ismiati Sholikah mengaku kue yang diproduksi di rumahnya di Jalan Ikan Teri, Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang itu justru bisa tembus pangsa pasar internasional.
"Iya memang benar. Tahun lalu, saya mendapatkan orderan dari Hongkong," ujar Ismiati , Sabtu (18/9/2021).
Ia menjelaskan, menggeliat bisnisnya itu saat pandemi, karena ia mengaktifkan berjualan di media sosial.
"Saya sempat belajar digital marketing juga, dan alhamdulillah benar-benar bermanfaaat untuk pengembangan bisnis saya. Dari situ, orderan pun mulai berdatangan dari beberapa daerah yang jauh, seperti Papua dan Kalimantan," jelasnya.
Dirinya menerangkan, kue home madenya itu sampai dikirim ke luar negeri, yakni pesanan dari Hongkong hingga 10 kali.
Dalam pengiriman ke luar negeri itu, biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 hari, dan itu karena mereka mengetahui produk buatannya itu dari sosial media.
"Padahal selama ini, bisnis saya memang kurang berkembang. Kemungkinan karena selama kurang lebih 1,5 tahun lamanya, sejak 2018 saya hanya mengandalkan jualan secara offline, hanya promosi dari mulut ke mulut," jujurnya.
Namun, berkat ketelatenan dan tetap konsisten, pada pertengahan 2019, bisnisnya itu mulai dilirik toko oleh-oleh, bukan hanya di Malang saja melainkan juga di Jawa timur. Yakni, di 3 rest area di Jalan Tol Surabaya dan Mojokerto.
Sejak mulai berkembang itu, perempuan berusia 43 tahun itu juga sudah mengurus ijin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan izin halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ibu satu anak itu juga mengaku, bila berkembang pesatnya bisnisnya itu juga berkat adanya pendampingan dari Dinas Koperasi, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.
Salah satunya, mengajarkan bagaimana pengemasan yang menarik dan pemasaran yang bisa menjangkau dunia.
Saat ini, setiap harinya selalu ada orderan sehingga tiap hari harus selalu produksi. Bahkan, perharinya bisa sampai ribuan biji.
Biasanya, dalam per boks nya itu berisi 10 bolen dengan aneka rasa. Yakni, rasa apel, keju, pisang coklat keju, pisang coklat dan pisang keju.
"Dulu tidak pakai apel, tapi karena ini Malang, saya coba aplikasikan apel, dan ternyata lebih laris," tambahnya.