Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

WALHI Jatim Nilai Pembangunan Jembatan Kaca Ancam Kelestarian Ekologi dan Adat di Kawasan TNBTS

WALHI Jawa Timur menilai pembangunan jembatan kaca dapat mengancam kelestarian ekologi dan adat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
WALHI Jatim
Potret lereng di area TNBTS yang mulai gundul. 

Reporter: Erwin Wicaksono

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur menilai pembangunan jembatan kaca dapat mengancam kelestarian ekologi dan adat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Kerusakan alam dan juga erosi kultural akan berdampak pada ekologi itu fisiknya. Orang Tengger melihat kawasan Jemplang sebagai pintu masuk menuju tanah suci."

"Makanya dia pamit ke luluhur lewat menaruh sesajen. Istilahnya, pamit ke leluhur. Karena akan menuju ke dasar, lautan pasir sebagai kawasan suci. Supaya tidak naas atau sial," beber Dewan Daerah WALHI Jawa Timur (Jatim), Purnawan Dwikora ketika dikonfirmasi.

Kata Purnawan, proyek tersebut didirakan di lahan yang masuk dalam zona konservasi, yakni di Jemplang, Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

Wilayah tersebut juga masuk dalam kawasan masyarakat Suku Tengger.

Secara kearifan lokal, erat berkaitan antara konservasi alam dengan konservasi kultural.

"Orang datang ke Bromo itu adalah untuk menikmati keindahan panorama alam. Bukan untuk selfie di atas jembatan kaca. Sekali lagi, itu (jembatan kaca) adalah buatan. Itu adalah benda artificial yang dilekatkan ke panorama alam, itu tidak tepat," katanya.

Terakhir, Purnawan mendesak otoritas terkait agar memperhatikan keasrian alam di Bromo.

"Jangan mikir bisnis yang menurunkan nilai-nilai konservasi," tandas pria yang akrab disapa Pupung itu.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved