Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

Tak Ada Lagi Pasien Covid-19, RSDC UIN Tulungagung Ditutup

Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Tulungagung membongkar shelter tombo kangen di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) UIN Tulungagung.

Penulis: David Yohanes | Editor: isy
david yohanes/suryamalang.com
Anggota Tagana Tulungagung membongkar perlengkapan shelter tombo kangen di RSDC UIN Tulungagung. 

"Jadi total kamu sudah berjaga di RSDC UIN Tulungagung selama 17 bulan. Untuk sementara kami ditarik ke Dinas Sosial," sambung Imam.

Sebanyak 32 anggota Tagana Tulungagung sementara waktu bersiaga di Posko Dinsos.

Mereka akan digeser ke RSDC Rusunawa Jepun, yang kini menjadi ujung tombak lokasi isolasi pasien Covid-19 di Tulungagung.

Masih menurut Imam, nantinya 50 persen kekuatan akan ditugaskan di RSDC Rusunawa Jepun secara bergilir.

"Sampai sekarang belum ada pasien di RSDC Jepun dan semoga tidak ada pasien. Tapi kami disiagakan, mengantisipasi jika nanti ada pasien yang masuk," ungkap Imam.

Sementara Masjid Baru UIN Satu Tulungagung juga sudah berbenah.

Masjid di komplek Rusunawa ini tutup sejak pandemi Covid-19.

Kini masjid siap dibuka pada Jumat (1/10/2021) besok, dan menggelar salat Jumat pertama setelah hampir dua tahun tutup.

Keberadaan RSDC UIN Tulungagung sangat membantu penanganan Covid-19 di Tulungagung.

Saat terjadi lonjakan pasien, pihak kampus melalui Rektor Prof Maftukhin meminjamkan gedung Rusunawa mahasiswa dan Mahad untuk tempat isalasi pasien.

Bahkan Gedung Pascasarjana juga difungsikan sebagai tempat karantina, karena penambahan pasien tinggi.

Kini pihak kampus berencana mengembalikan fungsi tiga gedung ini seperti semula.

UIN Satu Tulungagung akan memulai perkuliahan tatap muka.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved