Update Kasus Ayah Rudapaksa 3 Anak Kandung, Mulai Kejanggalan SP3 sampai Trending di Twitter

Andi Rio Idris Padjalangi menyoroti penghentian kasus atau SP3 yang dikeluarkan Polres Luwu Timur

Editor: Zainuddin
Shutterstock
Ilustarsi. 

SURYAMALANG.COM - Anggota Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi menyoroti penghentian kasus atau SP3 yang dikeluarkan Polres Luwu Timur terkait kasus ayah kandung memperkosa tiga anaknya pada 2019.

Andi Rio menilai ada kejanggalan dan kepolisian tidak profesional dalam melakukan penyelidikan kasus tersebut.

"Tiga anak tersebut tidak didampingi ibu atau penasehat hukum saat visum dan penggalian informasi. Padahal saat itu usia mereka masih di bawah 10 tahun."

"Mana mungkin anak kecil mengerti proses hukum tanpa ada yang pendamping," kata Andi Rio kepada Tribunnews, Jumat (8/10/2021).

Politikus Golkar asal Sulsel II itu minta penjelasan kepada Lolres Luwu Timur yang telah menolak bukti pendukung dalam melakukan penyelidikan.

Andi Rio memastikan akan mengawal kasus tersebut.

"Aparat harus mengklarifikasi dan bertanggung jawab. Mereka harus diperiksa Propam Polri. Mana ada seorang ibu yang tega melihat anaknya sakit dan merintih kesakitan."

"Saya yakin bukti tersebut nyata dan tidak dibuat-buat oleh pelapor," ujarnya.

Andi Rio mengapresiasi sikap cepat Mabes Polri dengan menegaskan bahwa kasus tersebut belum final dan dapat berpotensi dibuka kembali untuk dilakukan penyelidikan.

Dia berharap masyarakat dan pihak terkait terus memantau dan mengawasi jalannya proses penyelidikan baru.

"Kepolisian harus transparan dan profesional dalam penyelidikan ulang kasus ini. Kepolisian harus mengizinkan pelapor mendapat pendamping dari penasehat hukum maupun pihak terkait, seperti KPPA Makassar."

"Jika terbukti ada maladministrasi dan lalai, aparat yang bertugas harus diberikan sanksi oleh propam sesuai aturan dan mekanisme di internal Polri," tandasnya.

Kasus ini dilaporkan oleh mantan istri SA berinisial RS ke Polres Luwu Timur pada 9 September 2019.

RS melaporkan SA karena diduga telah memperkosa anak kandungnya berinisial AL (8), MR (6) dan AS (4).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved