Update Kasus Ayah Rudapaksa 3 Anak Kandung, Mulai Kejanggalan SP3 sampai Trending di Twitter

Andi Rio Idris Padjalangi menyoroti penghentian kasus atau SP3 yang dikeluarkan Polres Luwu Timur

Editor: Zainuddin
Shutterstock
Ilustarsi. 

Laporan SA masuk ke Polres Luwu Timur pada 9 Oktober 2019.

RS berstatus ASN di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Luwu Timur.

Laporan SA sudah dalam penyelidikan polisi sesuai surat nomor B/292/X/RES/.1.14/2019 tertanggal 15 Oktober 2019.

"Saya menuntut laporan balik ku tetap jalan," kata SA kepada TribunLutim.com, di ruang kerjanya, Senin (23/12/2019).

Terkait ia dilaporkan memperkosa anak kandung sendiri. Laporan itu ia anggap perbuatan yang keji kepada dirinya.

"Ini fitnah keji," imbuhnya

SA mengatakan untuk membuat diri dan fikirannya tenang ia membaca al quran.

"Kalau saya di rumah mengaji ji pak," imbuhnya.

Seperti diketahui, SA dilaporkan RS sudah memperkosa anak kandungnya masing-masing berinisial AL (8), MR (6) dan AS (4).

SA pertama kali dilaporkan RS ke Polres Luwu Timur pada Rabu (9/10/2019).

RS juga melapor di posko Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar, Sabtu (21/12/2019) siang

Sebelumnya diberitakan, Trending di Twitter, hastag atau tagar (#) Tiga Anak Saya Diperkosa.

Postingan itu menjadi trending teratas populer di Indonesia, Kamis (7/10/2021), pukul 14.57 Wita.

Tercatat ada 6.004 Tweet yang menongkrongi unggahan itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved