Datangi Korban Banjir di Gresik, Mensos Risma Mengaku Sedih dan Kecewa Karena Ini
"Sedih, saya kan tidak punya wewenang disini, saya bantu ringankan sesuai tupoksi saya. Makanya kita akan bantu tenda untuk warga bisa tempati,"
SURYA.co.id | GRESIK - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendatangi warga korban banjir di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik. Risma sapaan akrabnya tampak kecewa melihat warga mendirikan tenda seadanya.
Beberapa warga mendirikan tenda darurat seadanya dari terpal di tepi jalan. Rumah mereka di Dusun Cermen terendam air setinggi pinggang orang dewasa.
Risma didampingi Muspika Kedamean, Kepala Desa Kedamean, Moh Suhadi berjalan kaki memberikan bantuan kepada warga berupa makanan cepat saji, dan sembako kepada warga.
"Sedih, saya kan tidak punya wewenang disini, saya bantu ringankan sesuai tupoksi saya. Makanya kita akan bantu tenda untuk warga bisa tempati," ucap Risma kepada awak media.
Saat membagikan bantuan kepada warga, hujan turun. Risma langsung berteriak agar Tagana segera bertindak cepat.
"Tagana siapkan, ayo tagana lari. Tenda pasang dahulu," teriak Risma dengan nada tinggi.
Langkahnya beberapa kali berhenti, selain memberikan bantuan kepada warga. Risma tampak menunggu petugas BPBD Kabupaten Gresik. Saat itu, Kepala BPBD Gresik Tarso menunggu di dapur umum Balai Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng.
Kepada petugas BPBD, Risma menerangkan tidak masalah jika memasang tenda dan dibiarkan berdiri disini. Agar warga dapat meletakkan barang-barang.
Dalam kunjungannya, Risma membagikan 260 paket makanan siap saji, makanan anak 420 paket, family kit 20 paket, kida ware 98 paket, matras 50 lembar, tenda gulung 150 lembar, kasur 30 lembar, selimut 50 lembar dan sarung 100 potong.
Salah korban banjir bernama Nurlaili (32) mengungsi di tenda. Sambil menggendong anak laki-lakinya yang masih kecil, dia menerima bantuan makanan dari Mensos Risma. Rumahnya masih kebanjiran dan ngungsi sejak kemarin.
"Dari kemarin ngungsi, ini dapat makanan dan nasi dari Bu Risma langsung, tidak nyangka. Semoga cepat diperbaiki biar tidak ada banjir lagi, sudah 16 tahun ini sejak 2005," terangnya.
Usai mendatangi warga setempat, Risma langsung menuju dapur umum di Balai Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Gresik.
Kepala Desa Cermen, Suhadi mengatakan kondisi banjir sudah mulai surut. Jika kemarin setinggi dada orang dewasa.
"Sekarang tinggal pinggang orang dewasa. Total ada 1.766 jiwa mengungsi dari empat dusun yaitu Gorekan Kidul, Gorejan Lor, Medeo dan Cermen," terang Suhadi.
Kata Suhadi, ini merupakan banjir terparah selama 16 tahun terakhir. Ada sembilan tanggul jebol di Desa Cermen. (wil)
(surya.co.id/willy abraham)