Berita Banyuwangi Hari Ini

Fakta Video Viral Pengacara Hamburkan Uang di Mapolsek Banyuwangi, Ini Pengakuan Nanang Selamet

Sosok pengacara pria dalam video itu diketahui sebagai Nanang Selamet, seorang pengacara asal Banyuwangi.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dyan Rekohadi
Tangkap layar Facebook
Tangkapan layar Video yang memperlihatkan aksi seorang pengacara, Nanang Selamet menghamburkan uang pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 40 juta di halaman Mapolsek Banyuwangi Kota yang jadi viral di media sosial. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Sebuah Video yang memperlihatkan aksi seorang pengacara menghamburkan uang pecahan Rp 50.000 sebanyak Rp 40 juta di halaman Mapolsek Banyuwangi Kota, viral di media sosial.

Sosok pengacara pria dalam video itu diketahui sebagai Nanang Selamet, seorang pengacara asal Banyuwangi.

Dalam Video berdurasi 2 menit 50 detik itu terlihat Nanang yang mengenakan setelan jas hitam dan dasi warna gelap memasuki Mapolsek Banyuwangi Kota dengan berjalan kaki sambil berteriak mencari Kanit Reskrim Polsek Kota Banyuwangi.

"Kanit Reskrim keluar, keluar. Saya pingin ketemu Kanit Reskrim," teriak Nanang sambil mengacungkan tangannya.

Setelah menumpahkan kekesalannya, ia lalu mengambil uang yang dibawa dalam tas oleh seorang pria lain yang disebutnya sebagai uang yang diterimanya sebagai kuasa hukum senilai Rp 40 juta.

Sejurus kemudian uang pecahan Rp 50 ribu itu dihamburkan di teras Mapolsek Banyuwangi Kota.

Video aksi Nanang itu viral.

Pada wartawan Nanang mengaku aksinya itu karena kesal dan tersinggung pada penyidik Mapolsek Banyuwangi Kota, yang mengintervensi kliennya untuk tidak menggunakan jasa pengacara. 

Nanang merupakan pengacara dari klien terlapor terkait kasus penipuan yang saat ini ditangani Unit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota. 

"Saya mendengar Kanit Reskrim membujuk, malah mengintervensi klien saya untuk tidak menggunakan pengacara," kata Nanang, Senin (15/11/2021).

"Kita sama kedudukannya di hadapan hukum. Apa kurang gaji dari negara. Saya manusia biasa yang punya ketersinggungan," tambah Nanang. 

Menurut Nanang aksinya itu karena tersinggung sikap penyidik.

Bahkan menurutnya, apa yang dilakukan polisi telah menyinggung marwah advokat. 

Mendengar ucapan polisi itu, Nanang mendatangi Mapolsek dan menghamburkan uang Rp 40 juta yang berasal dari kliennya tersebut. 

"Mohon maaf sebagai manusia biasa pengacara punya rasa ketersinggungan, apalagi menyangkut marwah advokat," kata Nanang.

"Itu uang kuasa dari klien yang saya hamburkan. Saya terima kuasa ya Rp 40 juta. Apa kurang gaji polisi sehingga intervensi seperti ini," kata Nanang. 

Setelah menghamburkan uang, Nanang langsung pergi meninggalkan Mapolsek.

Dia mengaku tidak tahu kondisi uang tersebut setelah dia hamburkan. 

"Tidak tahu saya langsung tinggal pergi," katanya.  

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved