Jumat, 5 Juni 2026

Sosok Nina Sulaeman, Dosen Muda yang Berambisi Lulus Double Degree

Nina Ernawaty Sulaeman SPd MM (29) merupakan dosen muda yang aktif mengajar mata kuliah Bahasa Jepang dan Bisnis Manajemen.

Tayang:
Editor: Zainuddin
Dok pribadi
Nina Ernawaty Sulaeman SPd MM 

Laporan wartawan : Luthfi Husnika

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Nina Ernawaty Sulaeman SPd MM (29) merupakan dosen muda yang aktif mengajar mata kuliah Bahasa Jepang dan Bisnis Manajemen.

Kini wanita kelahiran 22 Mei 1992 masih aktif mengenyam pendidikan level doktoral di Kansai University Osaka dan pendidikan S3 di universitas di Indonesia.

Nina aktif menjalani dua program doktoral atau double degree gelar S3.

"Sedang proses pengerjaan disertasi untuk meraih gelar Ph.D dan doktoral di bidang Manajemen Pendidikan dan Sastra Jepang di Osaka. Mungkin selesai sekitar satu tahun lagi," kata Nina kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (14/11/2021)

Perempuan asal Cilacap ini tekun mengenyam pendidikan tinggi karena wejangan dari sang ayah.

Nina memegang wejangan tersebut agar tak berhenti meraih level tertinggi pendidikan.

"Saya dapat beasiswa mulai S1 sampai S3. Itu sangat membantu. Makanya saya selalu mendorong perempuan harus berpendidikan tinggi. Dari situ kita bisa survive dengan kemampuan sendiri. Masalah ekonomi tidak jadi batasan," ujarnya.

Nina menyampaikan sang ayah selalu memotivasinya untuk sekolah tinggi.

Sang ayah ingin Nina bisa survive dan berdiri di atas hasil jerih payahnya sendiri.

Nina tidak pernah berpikir menjadi dosen dua mata kuliah sekaligus di usianya yang masih muda.

Dulu Nina hanya bercita-cita menjadi guru SD.

"Ternyata passion saya memang mengajar. Saya sangat suka berbagi ilmu dan diskusi bersama. Setelah dewasa saya baru memahami, menjadi pengajar tidak berbatas guru SD saja."

"Sekarang saya bersyukur karena bisa terjun ke dunia pendidikan dengan menjadi pengajar," ungkapnya.

Nina juga mengelola bisnis PT Mega Emoji Internasional.

Nina tetap fokus menjalankan bisnis di bidang Japanese Interpreter dan kuliner sekaligus.

"Meskipun jadi dosen atau kuliah tinggi, saya tidak malu jualan mi ayam abang-abang. Saya jualan mi ayam Bakmi Emoji di Cilandak Town Square. Karena saya juga suka kuliner," ujar perempuan yang hobi diving sekaligus golf ini.

Tapi, keluarga tetap prioritas.

Masa pandemi yang membuat banyak aktivitas harua dilakukan dari rumah juga semakin menambah quality time Nina bersama keluarga.

"Kebetulan saya pulang ke Indonesia selama pandemi ini. Saya dulu stay di Osaka, Jepang. Sekarang tinggal bareng suami di puncak. Saya juga hobi pelihara beberapa hewan di rumah, seperti kucing dan anjing," papar Nina.

Nina memiliki koleksi belasan kucing dan anjing peranakan yang ia adopsi dan pelihara di rumah.

Nina juga open adopt bagi yang ingin mengadopsi kucing atau anjing miliknya.

Bagi Nina, menjadi perempuan itu sangat sulit, karena banyaknya tuntutan.

Ia mengajak para perempuan Indonesia untuk teguh meraih cita-cita dan mimpi.

"Apabila kamu ada cita-cita yang belum tercapai dan ada kesempatan, raihlah. Harapan saya, semoga saya bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk keluarga, orang sekitar dan mudah-mudahan di Indonesia," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved