Breaking News:

Berita Jawa Timur Hari Ini

Belajar dari Nol, Sekelompok Pemuda di Kabupaten Sukses Budidaya Sayur di Tengah Pandemi Covid-19

Kreatifitas dan kemauan menjadi kunci untuk bisa bertahan di tengah badai pandemi Covid-19.

surya/rahadian bagus p
Sekelompok pemuda di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun sukses budidaya sayuan di ladang desa 

SURYAMALANG.COM|MADIUN - Pandemi Covid-19 memaksa kita semua untuk kreatif dan mampu menangkap peluang usaha. Sebab, sektor ekonomi sangat terdampak akibat pandemi Covid-19, sehingga mengakibatkan banyak perusahaan bangkrut dan terpaksa mengurangi tenaga kerja mereka.

Alih-alih membuka lapangan pekerjaan, banyak perusahaan yang akhirnya gulung tikar akibat pandemi. Kreatifitas dan kemauan menjadi kunci untuk bisa bertahan di tengah badai pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan sekelompok pemuda di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Satu di antaranya bernama Dovan Nanda Basuki.

Dovan didapuk sebagai kapten, memimpin 14 pemuda dari beberapa dusun di desanya yang tergabung dalam Taruna Kelompok Petani Pemuda "Kampoeng Petroe". Ia dan kawan-kawannya berhasil mengembangkan perkebunan sayuran di desanya.

Pemuda berusia 21 tahun ini awalnya mengaku awam bertani dan bercocok tanam. Tapi kini ia bersama teman-temannya berhasil memanen beberapa jenis buah dan sayur. Selain itu, mereka juga menanam sayuran jenis kangkung sekitar seribu polybag.

"Awalnya tidak tertarik belajar bertani karena merasa tidak punya kemampuan di situ. Saya dan teman-teman sama sekali nol pengetahuan bertanam. Tapi karena ada yang mengajak, mengajari, membantu, membimbing, pelan-pelan kami sedikit mengerti bagaimana mengenali dan mengolah tanah, mengkompos, menaman, merawat sampai memanen tanaman-tanaman ini," kata Dovan, yang ingin hasil pertaniannya ini ke depan bisa menembus pasar tradisional dan supermarket.

Beberapa jenis tanaman buah dan sayur berhasil ditanam hingga panen, seperti pisang, pepaya, kacang panjang dan  kangkung. Dovan mengatakan pada masa panen kangkung pertama, hasilnya mereka bawa pulang untuk dimasak sendiri.

Kemudian pada masa panen berikutnya, kangkung hasil panennya mereka ikat, ditempel stiker dan sebagian diantar ke rumah Wakil Bupati Madiun, Hari Wuryanto, sisanya dibagikan kepada masyarakat sekitar.

"Panen kedua karena hasilnya bagus, kita ikat, kita tempel stiker dan kita antar ke rumah Pak Wabup, dan sebagian sisanya kita bagikan kepada warga sekitar," ujarnya bangga.

Kepala SPDP Pertrokimia Gresik Wilayah kerja Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo dan Madiun, Muhammad Fajar Ismail, menjelaskan, gagasan Taruna Kelompok Petani Pemuda "Kampoeng Petroe" ini bertujuan untuk mengenalkan kegiatan pertanian yang menarik bagi anak muda.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved