Berita Lumajang Hari Ini
Kampung Anggur, Wajah Prostitusi di Lumajang
Nama Kampung Anggur mulai akrab di telinga warga Lumajang dalam setahun terakhir.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Nama Kampung Anggur mulai akrab di telinga warga Lumajang dalam setahun terakhir.
Perkampungan ini terletak di belakang Gudang Bulog di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang.
Pemda mengonsep Kampung Anggur menjadi perkampungan yang menghasilkan anggur sejak tahun 2018.
Tapi, program Kampung Anggur tidak menghasilkan hasil nyata setelah tiga tahun berjalan.
Seharusnya tanaman anggur menjadi ikon di Kampung Anggur.
Tapi, tanaman anggur hanya menjadi penghias jalanan kampung.
"Satu rumah itu dapat satu bibit. Kalau berbuah, paling habis dimakan sendiri," kata Yuni, warga Kampung Anggur kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (25/11/2021).
Pemda juga sempat mengajak masyarakat menjadi pengusaha ternak lele.
Ada sekitar empat bak berdiameter besar ditempatkan di lahan sepetak tanah kosong.
Tapi, kondisi bak itu kosong alias tidak ada ikan.
Kini Kampung Anggur kembali mencuat setelah Polda Jatim menggerebek prostitusi yang dikendalikan Nesi alias Mami Ambar (41) pada 16 November 2021.
Mami Ambar memiliki 29 wanita penghibur. Bahkan enam wanita penghibur itu masih berusia belia.
Sekretaris Camat Sumbersuko, Issac mengatakan Kampung Anggur di eks lokalisasi itu merupakan hasil gagasan mantan Kepala Desa Sumbersuko, yaitu almarhum Imron.
Angggur bermakna anggun, giat, unggul, dan responsif.
Tapi, tidak mudah menghapis jejak prostitusi di Kampung Anggur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/polres-madiun-kota-mengamankan-seorang-foto-model-yang-diduga-terlibat-dalam-prostitusi.jpg)