Berita Tulungagung Hari Ini

Modus Wanita Penghibur Cari Pria Hidung Belang di Tulungagung

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih mengatkan aktivitas prostitusi online sulit terendus.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
Tribunnews
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Prostitusi online marak di Tulungagung.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih mengatkan aktivitas prostitusi online sulit terendus karena bersifat tertutup.

"Pengguna langsung komunikasi dan penyedia jasa menggunakan WhatsApp (WA)," ujar Retno kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (12/12/2021).

Menurutnya, tidak ada undang-undang khusus yang mengatur tentang prostitusi online.

Pasal yang digunakan tetap pasal prostitusi, 296 KHUPidana.

Dalam hal ini yang bisa dijerat adalah muncikarinya, atau orang yang mengambil keuntungan dari aktivitas aktivitas ini.

"Karena itu pembuktiannya juga sulit. Misalnya harus ada bukti transaksi dan uang yang diambil dari aktivitas tersebut," sambung Retno.

Dari aktivitas ini lalu bisa dikembangkan ke pasal lainnya.

Misalnya jika penjual jasanya masih di bawah umur, maka bisa digunakan Undang-undang Perlindungan Anak.

Jika penyedia jasa dan pengguna jasa punya pasangan, bisa digunakan pasal perzinaan atau 284 KUHPidana.

"Jika ada eksploitasi, bisa kita gunakan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)," ungkap Retno.

Selama ini penjual jasa esek-esek ini biasa memanfaatkan grup-grup Facebook.

Namun lebih marak yang menggunakan aplikasi pertemanan seperti Michat.

Dia meninggalkan nomor telepon dengan pesan 'Open BO'.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved