Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Sutiaji Protes, Kota Malang Kembali Masuk PPKM Level 2

Kembalinya Kota Malang berada di PPKM Level 2 ini membuat Wali Kota Malang, Sutiaji, protes.

SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Wali Kota Malang, Sutiaji 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kota Malang kembali memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level II dalam perpanjangan PPKM Jawa Bali yang baru saja dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (4/1/2022).

Kembalinya Kota Malang berada di PPKM Level 2 ini membuat Wali Kota Malang, Sutiaji, protes.

Bahkan, Sutiaji sempat menelepon orang dari pemerintah pusat terkait dengan menurunnya status level PPKM di Kota Malang, lantaran sebelumnya sudah berada di dalam PPKM Level I.

"Sudah saya protes itu. Pagi tadi saya telepon pak Dirjen, rupanya testing kita masuk di angka itu (laporan tracing)," ucap Sutiaji

Sutiaji mengatakan, menurunnya status level PPKM di Kota Malang ini disebabkan oleh ketidakcocokan laporan data tracing antara Dinas Kesehatan dan Provinsi Jawa Timur.

Untuk data tracing sebenarnya di Kota Malang ialah 1/16,50, akan tetapi yang masuk di dalam Provinsi Jawa Timur 1/14.

"Saya cek ke Dinkes di Provinsi belum masuk (data tracing). Seharusnya kita ini masih masuk di level 1," terangnya.

Meski demikian, Sutiaji tidak terlalu mempersoalkan akan status PPKM level di Kota Malang.

Dia hanya meminta kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau saya tetap komitmen gak peduli level. Kita tetap harus prokes level berapa pun. Kondisi kita kan juga gak terlalu pengaruh kan level II atau I," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif membenarkan bahwa memang ada kesalahan dalam laporan si Lacak Provinsi Jatim dan Kota Malang yang menyebabkan kini masuk di level II.

Pihaknya kini sedang mengupayakan untuk mengklarifikasi pembenaran data di aplikasi si Lacak Provinsi Jawa Timur.

"Kan yang tercatat itu kurang dari 15 (tracing). Jadi 5 kasus terakhir itu tracingnya 14 (yang masuk di si Lacak Provinsi). Ini kami lakukan konfirmasi ulang untuk tracing yang tidak masuk di si Lacak," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved