Berita Batu Hari Ini

Kota Batu Belum Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen, Ini Sebabnya

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Batu belum bisa dilaksanakan sepenuhnya meski level PPKM berada di level 2.

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Siswa SD Immanuel Batu memeluk ibunya saat menerima suntikan dosis Vaksin Sinovac, Senin (20/12/2021). Vaksinasi Covid-19 terhadap anak sangat penting untuk menunjang terlaksananya pembelajaran tatap muka 100 persen di Kota batu. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Batu belum bisa dilaksanakan sepenuhnya meski level PPKM berada di level 2.

Hal ini terjadi karena belum adanya pengesahan atau instruksi PTM 100 persen melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Batu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih menjelaskan, PTM di Kota Batu masih dalam tahap uji coba, belum sepenuhnya 100 persen.

Meskipun telah ada SKB 4 Menteri yang memperbolehkan diselenggarakannya PTM secara penuh di sekolah, terutama tingkat dasar.

“Kami masih menunggu SE Wali Kota terkait PTM 100 persen,”ujar Eny, Senin (10/1/2022).

Berdasarkan SKB 4 Menteri tersebut, PTM 100 persen bisa dilaksanakan di daerah yang PPKM Level 1 hingga 2.

Durasi pembelajarannya maksimal 6 jam per hari dengan syarat, vaksinasi dua dosis lebih dari 80 persen.

Jika ketercapaian vaksin masih belum menyentuh angka 80 persen, maka PTM hanya dilakukan untuk kuota 50 persen.

Durasi pembelajarannya maksimal juga 6 jam.

Capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di kota Batu telah mencapai 80.59 persen.

Dari target 18.544 anak, telah terjangkau 14.835 anak untuk mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Sedangkan untuk orang dewasa, telah lebih dari 75 persen.

Pemkot Batu berfokus capaian vaksinasi untuk anak sehingga bisa mencapai 100 persen.

Dengan begitu, PTM bisa 100 persen dan keamanan terjamin.

“Semoga dengan adanya SE nanti tatap muka kembali dimulai,” harapnya.

Melia Agrestyn, warga Kelurahan Songgokerto yang putrinya sekolah di SD Immanuel mengaku cukup stres mendampingi anaknya belajar dari rumah.

Pasalnya, banyak tugas-tugas sekolah yang juga ia kerjakan, di sisi lain, ada tugas-tugas lain bagi dirinya sebagai ibu rumah tangga.

“Kurang efektif kalau di rumah untuk anak usia 6 tahun. Jadi kalau untuk belajar seperti ini efektif di sekolah,” ujarnya.

Melia berharap pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan sembari kedisiplinan protokol kesehatan diperhatikan.

Ia berharap anak-anak di Kota Batu bisa segera mendapatkan vaksin semuanya.

Sementara di Kota Malang, PTM 100 persen dilaksanakan sejak Senin, 10 Januari 2022.

Di Pelajar yang datang dan pulang diatur agar tidak terjadi penumpukan.

Di dalam kelas juga ada pembatas meja.

Kegiatan olahraga di sekolah juga boleh dilaksanakan dengan menjalankan prokes sebagaimana di kelas.

Pun ekstrakurikuler, juga telah mendapatkan izin untuk tatap muka.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved