Berita Malang Hari Ini

Meow Cat Cafe di Kota Malang, Kafe untuk Kaum Pecinta Kucing

Namanya Meow Cat Cafe di Jl Sudimoro 8 Kota Malang. Usahanya sudah berdiri sejak setahun lalu.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Meow Cat Cafe di Jl Sudimoro Manunggal 8B Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berawal dari kegemaran sang kakak, Kirana, yang suka memelihara kucing, Adam Bintang membuat kafe dengan konsep kucing. Namanya Meow Cat Cafe di Jl Sudimoro Manunggal 8B Kota Malang. Usahanya sudah berdiri sejak setahun lalu.

Adam, selaku penanggungjawab Meow Cat Cafe menjelaskan konsep kafenya muncul ketika kakaknya yang di Hong Kong bingung dengan kucingnya yang cukup banyak dan ada di mana-mana. Ia ingin mengumpulkan semua kucingnya dalam satu tempat.

"Saya sendiri juga pernah buka kafe. Konsep kafe dan ada kucingnya akhirnya dimantapkan. Maka kita mencari referensi untuk mematangkan rencana itu. Akhirnya kita bikin ini," kata Adam pada SURYAMALANG.COM beberapa waktu lalu.

Pada 10 Januari 2022 lalu adalah setahun berdirinya Meow Cat Cafe.

Di lantai satu kafe ini ada cat room. Di lantai dua juga satu. Dari halaman depan kafe bisa melihat bagian dalam cat room karena ada kaca jendela cukup luas.

"Karena gabung dengan kafe, jadi  kucingnya tidak berkeliaran," jelas Ada.

Dalam cat room di lantai satu itu ada kucing Persia. Di lantai dua selain kucing Persia ada satu kucing lokal. Total kucing ada sembilan kucing. Di cat room lantai satu, saat SURYAMALANG.COM bertandang ke sana, ada Jonny, kucing persia warna putih yang berusia enam tahun yang mageran. Satunya Amora yang berusia 10 bulan.

Amora adalah cucu Jonny karena ibu Amora adalah anak Jonny. Dalam kamar itu ada tempat kucing untuk buang air kecil dan besar, tempat buat tiduran dll. Keberadaan kucing dilokalisir karena tak semua pengunjung mungkin suka kucing. Namun kebanyakan yang datang adalah penggemar kucing.

Kucing-kucing di kafe ini sering meraih juara. Ini bisa dilihat dari penghargaan yang diperoleh dan dipajang di dinding cat room lantai satu.

Caroline, mahasiswa FIA Universitas Brawijaya (UB) Malang datang ke kafe itu bersama teman perempuannya. Mereka adalah penggemar kucing.

"Pertama kali tahu kafe ini di IG. Saya kan senang kucing. Karena kos, saya ke sini untuk bermain dengan kucing," kata mahasiswa semester tujuh ini.

Caroline  menyebutkan kucing-kucing di kafe ini jinak.

"Mungkin karena sudah terbiasa dengan orang. Jadi pas saya masuk, langsung nyamperin," jelas dia.

Sementara itu tentang menu-menu yang ditawarkan di kafenya, ada snack Tahu Walik, Siomay Kukus, Karipap dll. Rata-rata harganya Rp 15.000. 

Sedangkan untuk makanan ada geprek, nasi goreng, mie goreng dll. Untuk minumannya ada kopi, milkshake berbagai rasa, squash dan soda.

"Untuk menu mungkin tiap kafe agak sama. Jadi rata-rata kafe perang di konsepnya. Apalagi sekarang kafe makin menjamur," jawab Adam Bintang.

Biaya Mahal

Titin Supriati, kakak Adam menambahkan, adanya kucing-kucing di kafe itu juga buat edukasi ke masyarakat. Serta bisa jadi lokasi pertemuan yang mewadahi komunitas kucing.

"Dengan kafe memang beda manajemen namun satu kesatuan konsep," kata Titin.

Sebab biaya perawatan kucing amat mahal. Apalagi rata-rata kucing yang dipelihara adalah jenis Persia.

"Minimal untuk dry food per bulan antara Rp 1,5 juta sampai Rp 1,8 juta. Belum ke dokter untuk perawatan," jelas Titin.

Begitu juga untuk mandi dua minggu sekali. Dikatakan, agar pengunjung yang bermain dengan kucing tidak takut, maka perlu pendekatan. Sehingga sama-sama merasa nyaman. Sebagaimana manusia, kucing juga perlu mengenali dulu orang lain.

Di kafe ini juga ada makanan kucing yang didonasikan dalam kemasan plastik bagi pengunjung yang ingin memberi makan pada kucing di luar. Ini sebagai donasi kafe.

Di halaman juga disediakan makanan kucing. Adam berharap kafenya terus berkembang dan ingin memiliki tempat yang permanen. Karena lokasi saat ini masih sewa. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved