Berita Pasuruan Hari Ini
VIRAL Kepala Dinas Pendidikan Pasuruan Beri Ancaman Mati Dalam Pidatonya, Mulai Muncul Reaksi Warga
Dalam pidatonya itu, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) itu memberikan pernyataan yang berisi ancaman.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah menjadi sorotan banyak pihak karena video pidatonya yang berisi ancaman menjadi viral.
Kepala Dinas yang baru dilantik itu diketahui menyampaikan pidato yang berisi ancaman mati.
Pidato yang sepatutnya tidak diucapkan di ruang publik terlebih oleh seorang pejabat di perintahan daerah itu diketahui dari rekaman video yang telah jadi viral.
Sebelumnya, sebuah potongan video yang menunjukkan pidato seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) viral di beberapa media sosial (medsos) dan grup whatsapp di Pasuruan.
Dari penelusuran yang dilakukan, diketahui video itu ternyata diambil di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.
Pria yang berpidato adalah Kepala Dinas Pendidikan,Hasbullah yang baru saja dilantik Bupati Pasuruan, Senin (17/1/2022).
Dalam pidatonya itu, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) itu memberikan pernyataan yang berisi ancaman.
Dalam pidatonya, Hasbullah meminta perwakilan kepala sekolah agar tidak takut kepada siapapun yang mengganggu kepemimpinannya, termasuk teman - teman LSM atau wartawan.
"Katek ganggu kepemimpinanku, ganggu sekolahan ati-ati. Mati awakmu ngkok yo! kepala sekolah semuanya ga usah takut sama LSM, sama siapa, wartawan. ini perwakilan e iki ya. Iki nyoting, grup golongan wartawan LSM sebarin ya. Ojo sampek ganggu dadi mati. (Kalau sampai mengganggu kepemimpinanku, mengganggu sekolah hati-hati ya, Kamu bisa mati ! Kepala Sekolah tak perlu takut dengan LSM, wartawan. Ini Perwakilan yang di sini, yang merekam , grup golongan wartawan, LSM, sebarkan ya, jangan sampai menggangu jadinya mati)"
Orasi yang disampaikan Hasbullah itu justru mendapatkan tepuk tangan para guru dan kepala sekolah yang datang ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan untuk menyambut kedatangan.
Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUSAKA), Lujeng Sudarto mengecam keras aksi arogansi kepala Dinas Pendidikan tersebut. Sebagai seorang pejabat, sangat tidak etik berbicara seperti itu.
Apalagi, muatan materi yang disampaikan di depan publik itu memiliki kecenderungan untuk mengintimidasi kelompok civil society, dan kebebasan pers di Pasuruan.
"Ini sangat tidak etis dan arogan, apalagi menebar ancaman. Harus ada sikap bersama dari kalangan pers dan pegiat LSM di Pasuruan. Pejabat yang anti kritik seperti itu sebaiknya pakai headset," katanya, Rabu (19/1/2022).
Lujeng menyebut, bersama sejumlah pegiat NGO dan Pers, ia akan menyampaikan nota protes kepada Bupati Pasuruan.
Selain itu, karena mengandung unsur pidana pengancaman, kasus itu juga dibawa ke ranah hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-pasuruan-hasbullah-pidato.jpg)