2 Gadis ABG Puaskan Om-om Demi Uang Jajan Rp 100 Ribu, 3 Hari Hilang dan Bikin Ortu Syok saat Pulang

Simak 2 gadis ABG puaskan om-om demi uang jajan Rp 100 ribu, 3 hari hilang dan bikin ortu syok saat pulang

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Canva.com
Ilustrasi remaja, kasus prostitusi online di Kota Bandung melibatkan 2 gadis di bawah umur 

Terungkap bila mereka sudah menjadi korban perdagangan orang.

  • Kasus Serupa di Pontianak

Sebelumnya, kasus serupa juga menimpa 7 gadis belia di Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang terjerumus prostitusi online

Mereka dijual ke pria hidung belang melalui aplikasi MiChat oleh muncikari. 

Mereka terjun ke dunia prostitusi setelah diiming-imingi oleh muncikari.

Kemudian, ketujuh gadis belia itu berhasil diamankan oleh Polda Kalbar bersama 11 gadis muda lainnya. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol Aman Guntoro mengatakan, para korban ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 1 juta kepada pria hidung belang.

“Muncikari atau para tersangka mematok tarif mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 1 juta. Tarifnya bervariasi, tergantung negosiasi,” kata Aman, kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Aman melanjutkan, untuk meyakinkan dan membuat korban mau melayani pelanggan, para tersangka juga mengimingi-imingi dengan sejumlah uang.

“Para korban diiming-imingi uang. Anak-anak di bawah umur, kan rentan terjadi seperti itu,” ucap Aman.

Mengutip TribunPekanbaru.com '7 Gadis Belia di Pontinak Dilelang, Muncikari: Tarif Bervariasi, Tergantung Negoisasi'.

Prostitusi online di Tiongkok, PSK nyamar jadi artis
Ilustrasi: prostitusi online di Tiongkok, PSK nyamar jadi artis (Shanghaiist)

Aman mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan sebanyak empat kali di waktu dan tempat berbeda dalam rentang waktu satu bulan terakhir.

“Dalam satu bulan ini kami mengungkap empat perkara prostitusi online di wilayah Kota Pontianak, totalnya ada Sembilan tersangka dan 18 korban,” ucap Aman.

Sembilan tersangka dalam kasus ini dijerat Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP tentang Prostitusi dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp 200 juta.

“Para tersangka dinilai melakukan tindak pidana eksploitasi ekonomi atau eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur dan menjadi mucikari prostitusi,” ungkap Aman.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved