Berita Trenggalek Hari Ini

34 Santriwati Trenggalek Jadi Korban Keganasan Nafsu Berahi Guru Pesantren, Terjadi Selama 2 Tahun

34 Santriwati Trenggalek Jadi Korban Keganasan Nafsu Berahi Guru Pesantren, Terjadi Selama 2 Tahun

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eko Darmoko
IST
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Puluhan Santriwati di Trenggalek, Jawa Timur, menjadi korban keganasan nafsu berahi guru pesantren.

Guru pesantren itu berinisial SMT, berusia 34 tahun.

Ia didakwa melakukan pencabulan terhadap puluhan Santriwati.

Kini, SMT dituntut dengan ancaman hukuman 17 tahun penjara dan denda.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Trenggalek menjatuhkan tuntutan tersebut karena SMT yang merupakan warga Desa/Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek itu didakwa melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Darfiah menjelaskan, hukuman maksimal dari pasal yang disangkakan kepada SMT adalah 15 tahun penjara.

"Jadi kami maksimalkan. Ancamannya 15 tahun."

"Tapi karena dia pengajar, jadi ada tambahannya. Kami tambah dua tahun," kata Darfiah kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (4/2/2022).

Dafriah mengatakan, sidang kasus tersebut telah digelar beberapa kali di Pengadilan Negeri Trenggalek.

Proses persidangan digelar tertutup karena menyangkut persoalan pidana yang melibatkan korban anak di bawah umur.

"Selama sidang, saksi-saksi kooperatif semua."

"Korban-korban juga datang semua," kata Darfiah.

Ia menjelaskan, proses persidangan masih berjalan hingga saat ini.

Sehingga hasil putusan dari hakim belum diberikan.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved