Senin, 13 April 2026

Berita Malang Hari ini

Sutiaji Sebut Kota Malang Bersiap Menuju Transisi Endemi Covid-19

Pemerintah pusat kembali melakukan berbagai pelonggaran pengetatan di masa pandemi Covid-19 sebagai upaya transisi dari pandemi menuju ke endemi.

Wali Kota Malang, Sutiaji. 

Berita Malang Hari ini

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemerintah pusat kembali melakukan berbagai pelonggaran pengetatan di masa pandemi Covid-19 sebagai upaya transisi dari pandemi menuju ke endemi.

Meski banyak pihak menilai agar tidak tergesa-gesa dalam mengubah transisi tersebut, sejumlah daerah juga telah melakukan berbagai persiapan, seperti Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, jika berbicara transisi dari pandemi ke endemi, maka pola hidup sehat yang harus ditekankan.

Kemudian berlanjut kepada disiplin protokol kesehatan (prokes) yang harus terus diterapkan oleh masyarakat Kota Malang.

"Insya Allah siap. Sebetulnya ini pola hidup sehat. Yang kedua prokes. Prokes itu kita kuatkan. Jadi masker jangan lupa, dan tetap pakai masker," ucapnya, Selasa (8/2/2022).

Dengan disiplin memakai masker ini, orang nomor satu di Kota Malang itu optimis, transisi dari pandemi menuju ke endemi bisa dilaksanakan.

Kemudian kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diharapkan Sutiaji tetap terus berjalan.

"Karena yang dapat mengendalikan ini PPKM. Ini kan saya minta PPKM-nya terus, jangan sampai berhenti. Kalau sudah menjadi endemi, PPKM dicabut mas. Karena sudah menjadi flu biasa," terangnya.

Selanjutnya, Sutiaji meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Malang agar mempercepat melakukan capaian vaksinasi di Kota Malang.

Dari data Dinkes Kota Malang per 7 Maret 2022 kemarin, capaian vaksinasi booster di Kota Malang masih berjalan 19 persen.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi dosis pertama sudah berjalan 115 persen, dan vaksin kedua 110 persen.

Untuk vaksinasi bagi lansia dosis pertama 69 persen, dosis kedua 67 persen dan dosis ketiga (booster) 9 persen.

"Karena vaksin ini harapannya herd immunity masyarakat bisa terbangun dengan baik. Termasuk kami juga meminta Dinkes untuk memantau orang memiliki komorbid. Orang yang komorbid di Kota Malang ini ada sekitar 17.000. Yang level paling tinggi, penyakit darah tinggi, jantung, diabetes, kolestrol, itu 7.000. Kemarin hanya berapa persen yang kena, karena mereka ini sudah sadar, dan orang yang komorbid ini tidak berani keluar," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved