Berita Lumajang Hari Ini

Dapat Bantuan 'Bedah Rumah', Warga Lumajang Ini Tiba-Tiba Malah Ditagih Utang, Diduga Kena Tipu

Wrga Desa Munder, Yosowilangun, Lumajang, terjerat utang seusai mendapat bantuan program 'bedah rumah'

Penulis: Tony Hermawan | Editor: isy
tony hermawan/suryamalang.com
Rumah yang ditempati Viki dan istrinya. Warga Lumajang ini kebingungan lantaran terjerat utang setelah mendapat program bedah rumah dari sebuah lembaga zakat. 

Berita Lumajang Hari Ini

SURYAMALANG.COM | LUMAJANG - Mendapat bantuan saat kondisi terdesak bisa disebut beruntung.

Namun, M Viki justru, terjerat utang seusai mendapat bantuan program 'bedah rumah'.

Sekitar 4 bulan lalu, warga Desa Munder, Yosowilangun, Lumajang, ini mendapat bantuan program bedah rumah dari sebuah lembaga zakat.

Diduga kuat, Viki terjebak praktik tipu-tipu oknum penyalur bantuan di lapangan.

Harga bahan material bangunan ditengarai telah di-mark-up, sehingga biaya renovasi rumah lebih besar dari pada anggaran dana subsidi yang diterima.

Viki mendapat subsidi bedah rumah Rp10 juta.

Namun ternyata, belakangan diketahui biaya renovasi rupanya menelan dana sebesar Rp16 juta.

Praktis, setelah bangunan rumahnya baru dia justu memiliki utang Rp 6 juta di sebuah toko material bangunan.

Parahnya, Viki baru mengetahui biaya rehab rumahnya menggelembung hingga belasan juta setelah pengerjaannya beres.

"Program bedah rumah ini dari awal diurusi sama tetangga saya. Katanya, saudara dia punya toko bangunan. Uang itu buat belanja material termasuk bayar tukang borongan," kata Viki.

Proses renovasi bangunan rumah seluas 9x5 meter tersebut memakan waktu 15 hari.

Sedangkan, material rumah yang diganti meliputi plafon, pintu belakang, pintu depan, dan sebagaian asbes yang sudah rusak.

Akan tetapi, setelah rumah tersebut sudah dilakukan renovasi, Viki bukannya malah betah menghuni rumah bersama istri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved