Berita Batu Hari Ini

Hakim Tipikor Surabaya Tolak Eksepsi Terdakwa Edi dan Nanang di Dugaan Kasus Korupsi SMAN 3 Batu

Hakim tolak eksepsi kuasa hukum terdakwa Edi Setiawan dan Nanang Istiawan Sutriyono dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan tanah SMAN 3 Batu.

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Dua tersangka kasus tindak pidana korupsi penggelembungan harga lahan SMAN 3 Batu, yakni Edi Setiawan dan Nanang Ismawan. 

Berita Batu Hari Ini

SURYAMALANG.COM | BATU – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa Edi Setiawan dan Nanang Istiawan Sutriyono dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan tanah SMAN 3 Batu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu, Edi Sutomo dalam keterangan resmi menjelaskan, Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana mengatakan sidang akan dilanjutkan kembali dan menangguhkan biaya perkara hingga putusan akhir.

“Sidang berlangsung Senin 14 Maret  2022. Agenda Sidang adalah  pembacaan Putusan Sela oleh Majelis Hakim,” kata Edi.

Dalam persidangan tersebut Jaksa Penuntut Umum yang hadir yakni Silfana Chairini dan Alfadi Hasiholan.

Haris Fajar K selaku Penasehat Hukum Terdakwa Nanang Ismawan Sutriyono dan Sentot Yusuf Patrikha selaku Penasehat Hukum Terdakwa Edi Setiawan.

“Selanjutnya persidangan ditunda dan akan dilanjutkan Senin, 21 Maret 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi,” kata Edi.

Perkara tindak pidana korupsi pengadaan lahan SMAN 3 Kota Batu tahun 2014 dibagi menjadi dua perkara dengan nomor perkara 16/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Sby untuk terdakwa Nanang Ismawan Sutriyono dan nomor perkara 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Sby untuk terdakwa Edi Setiawan.

Jaksa meyakini ada kerugian negara hingga miliaran Rupiah terhadap perkara tersebut. Terdakwa disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55, dakwaan primer.

Subsidernya Pasal 3 Jo Pasal 18, UU Tipikor pasal 55 Ayat 1 KUHAP Pidana.

“Pengadaan lahan SMAN 3 Batu dianggarkan dalam APBD Kota Batu tahun 2014 dengan alokasi dana sekitar Rp 8.8 miliar. Luas lahan yang dibeli untuk pembangunan sekolah ini seluas 8.152 meter persegi. Ada dugaan penggelembungan harga karena harga tanah tidak sesuai di tahun tersebut,” ujar Edi.

Edi Setiawan merupakan mantan aparatur sipil negara (ASN) yang pernah berdinas di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkot Batu.

Sedangkan Nanang diketahui sebagai konsultan kelayakan studi saat itu, yang belakangan diketahui bahwa ia hanya berpura-pura sebagai konsultan.

Penetapan kedua tersangka tersebut setelah jaksa mendalami proses penyidikan dengan memeriksa 66 orang saksi, 4 orang ahli, beberapa surat (dokumen) maupun barang bukti.

Berdasarkan hasil penyidikan tersebut maka ditemukan nilai kerugian  negara sebesar Rp. 4.080.978.800,-.

Besar nilai kerugian negara tersebut merupakan hasil dari penghitungan BPKP Perwakilan Jatim dan ahli dari MAPPI maupun Jasa Penilai Publik.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved