AS Sebut Ada Indikasi Pelanggaran HAM di Balik Aplikasi PeduliLindungi

Deplu AS mengeluarkan laporan yang menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terindikasi melakukan pelanggaran HAM melalui PeduliLindungi.

Editor: Zainuddin
Tribunnews
Aplikasi PeduliLindungi. 

SURYAMALANG.COM - Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) mengeluarkan laporan yang menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terindikasi melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) melalui aplikasi PeduliLindungi.

Dalam laporan berjudul 'Indonesia 2021 Human Rights Report' itu, AS menyebut PeduliLindungi memiliki kemungkinan untuk melanggar privasi seseorang.

Sebab, ada informasi mengenai puluhan juta masyarakat di dalam aplikasi itu.

Aplikasi itu juga diduga mengambil informasi pribadi tanpa izin.

AS menyebut sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sempat menyuarakan dugaan pelanggaran HAM ini.

Namun tidak dijelaskan secara rinci identitas LSM tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai tuduhan tersebut sangat merugikan nama baik Indonesia di pentas global.

Apalagi, Indonesia sangat serius menangani pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Tuduhan itu tidak bisa dianggap remeh. Apalagi, Aplikasi Peduli Lindungi disinyalir menyimpan data masyarakat secara ilegal dan tanpa izin," kata Saleh, Jumat (15/4/2022).

"Aplikasi PeduliLindungi memang menyimpan data, mulai dari nama, NIK, tanggal lahir, email, dan jejak perjalanan. Hampir semua tempat ramai yang didatangi, wajib scan barcode untuk check in. Tentu data-data itu tersimpan di dalam PeduliLindungi," imbuhnya.

Saleh menjelaskan aplikasi Peduli Lindungi untuk tracing dalam memantau penyebaran virus Covid.

Dengan aplikasi itu, satgas dapat melihat secara jelas kontak erat potensi meluasnya penyebaran virus.

Dari pantauan itu, lalu kemudian satgas melakukan antisipasi sesuai dengan langkah-langkah yang diperlukan.

Dalam konteks ini, pemerintah diminta memberikan penjelasan utuh dan menjawab semua tuduhan yang disampaikan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved