Ramadan 2022
Batas Mandi Junub Ketika Puasa Ramadan Setelah Hubungan Suami Istri, Perhatikan Waktunya
Simak batas mandi junub ketika puasa Ramadan setelah hubungan suami istri, perhatikan waktunya
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Ada beberapa hal yang perlu dijaga selain menahan lapar dan haus saat puasa yakni marah dan hawa nafsu.
Termasuk hawa nafsu melakukan hubungan suami istri di siang hari.
Namun, menurut Ustad Zulkifli Harza, saat di malam hari, berhubungan suami istri boleh dilakukan.
Hal ini diterangkan pula dalam Quran surah Al-Baqarah ayat 187, yang berbunyi:
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu."
Setelahnya harus melakukan mandi junub atau mandi besar untuk membersihkan tubuh.
- Niat dan Tata Cara Mandi Junub
Persoalan mandi besar alias mandi junub menjadi penting bagi umat Islam untuk mensucikan diri dari hadas besar setelah berhubungan suami-istri.
Lalu bagaimana niat dan tata cara mandi junub ini?
Pada dasarnya, niat dan tata cara mandi junub itu hanya dua perkara saja, yakni niat dengan doa tentu saja dan mandi dengan menyiram seluruh anggota badan mulai dari rambut hingga ujung kaki.
Adapun niat mandi junub adalah:
- Bahasa Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
- Bahasa Indonesia:
Nawaitul gusla lirof'il hadatsil akbari minal jinabati fardlon lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah ta'ala.”