Berita Malang Hari Ini

FAKTA BARU Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB Malang: Motif Asmara, Jenazah Sempat Disimpan Semalam

Berikut fakta baru pembunuhan mahasiswa kedokteran UB yang masih menjadi sorotan hingga saat ini

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi/Instagram
Ziath Ibrahim Bal Biyd (kanan) berdalih tega membunuh Bagus Prasetya Lazuardi (kiri) 

Melainkan, menyimpan jenazah di dalam mobil. Kemudian, memarkirkan mobil itu di area parkir sebuah ruko di kawasan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo No 31F, Blimbing, Kota Malang

Pada Jumat (8/4/2022) dini hari, tersangka menitipkan kunci mobil tersebut ke rumah seorang temannya, yang berinisial YP. Lalu, pulang ke rumahnya, dengan menyewa jasa antar ojek online (Ojol). 

Kemudian, pada pagi harinya. Tersangka berupaya kembali mengambil kunci mobil dari kediaman temannya untuk berniat mencari tempat yang aman untuk membuang jenazah. 

Setelah berkeliling mencari area tempat yang dirasa pas atau minim jangkauan masyarakat, yakni di lahan kosong, Dusun Krajan, Purwodadi, Pasuruan. 

Di situlah tersangka membuang jenazah dengan menutup bagian tubuh korban menggunakan tumpukan rumput liar. 

"Dia milih semak semak itu secara asal. Dia sempat memutar-mutar ke daerah lain untuk mencari tempat pembuangan. Eksekusi jam 22.00, dibuang jam 7-8 pagi, iya tanggal 8," terangnya. 

2. Peras dan Kuras Harta Korban

Tersangka pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Malang, Bagus Prasetya Lazuardi (BPL), Ziath Ibrahim Bal Biyd alias ZI (38) bisa dikatakan begitu licik dan dingin.

Selain melakukan pembunuhan korban BPL karena motif asmara, ternyata alasan lain membunuh mahasiswa kedokteran UB Malang itu adalah menguras harta korban.

Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ronald Ardiyanto Purba mengatakan, tersangka ZI kerap memeras korban BPL yang merupakan pacar anak tirinya, TS.

Korban kerap kali dimintai uang oleh tersangka

Catatan hasil penyelidikan terhadap tersangka.

Sebelum mengeksekusi korban, pelaku sempat memeras seluruh uang yang berada dalam kartu ATM korban, melalui layanan aplikasi M-Banking. 

"Kemudian korban sering dimintai uang oleh tersangka. Dan yang terakhir, dari rekening M Banking-nya, dipindahkan ke rekening tersangka," katanya di Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (18/4/2022). 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved