Berita Malang Hari Ini
FAKTA BARU Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB Malang: Motif Asmara, Jenazah Sempat Disimpan Semalam
Berikut fakta baru pembunuhan mahasiswa kedokteran UB yang masih menjadi sorotan hingga saat ini
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
Pada Jumat (8/4/2022) dini hari, tersangka menitipkan kunci mobil tersebut ke rumah seorang temannya, yang berinisial YP. Lalu, pulang ke rumahnya, dengan menyewa jasa antar ojek online (Ojol).
Kemudian, pada pagi harinya. Tersangka berupaya kembali mengambil kunci mobil dari kediaman temannya untuk berniat mencari tempat yang aman untuk membuang jenazah.
Setelah berkeliling mencari area tempat yang dirasa pas atau minim jangkauan masyarakat, yakni di lahan kosong, Dusun Krajan, Purwodadi, Pasuruan.
Di situlah tersangka membuang jenazah dengan menutup bagian tubuh korban menggunakan tumpukan rumput liar.
"Dia milih semak semak itu secara asal. Dia sempat memutar-mutar ke daerah lain untuk mencari tempat pembuangan. Eksekusi jam 22.00, dibuang jam 7-8 pagi, iya tanggal 8," terangnya.
2. Peras dan Kuras Harta Korban
Tersangka pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Malang, Bagus Prasetya Lazuardi (BPL), Ziath Ibrahim Bal Biyd alias ZI (38) bisa dikatakan begitu licik dan dingin.
Selain melakukan pembunuhan korban BPL karena motif asmara, ternyata alasan lain membunuh mahasiswa kedokteran UB Malang itu adalah menguras harta korban.
Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ronald Ardiyanto Purba mengatakan, tersangka ZI kerap memeras korban BPL yang merupakan pacar anak tirinya, TS.
Korban kerap kali dimintai uang oleh tersangka
Catatan hasil penyelidikan terhadap tersangka.
Sebelum mengeksekusi korban, pelaku sempat memeras seluruh uang yang berada dalam kartu ATM korban, melalui layanan aplikasi M-Banking.
"Kemudian korban sering dimintai uang oleh tersangka. Dan yang terakhir, dari rekening M Banking-nya, dipindahkan ke rekening tersangka," katanya di Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (18/4/2022).
Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Direskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono mengungkapkan, tersangka menguras hampir semua uang di dalam ATM korban, senilai Rp3,4 juta.
"Rp3,4 juta, melalui M-banking dari bank (swasta). Enggak pernah cekcok. Karena dia cemburu dan menaruh hati dengan anak tirinya, dan juga kesusahan ekonomi, sehingga dia nekat," ujar Lintar.