Travelling

Pengusaha Kuliner Tulungagung Kesulitan Dapat Ikan Gurami

Para pengusaha kuliner di Tulungagung kesulitan mendapat ikan gurami. Kenapa?

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
Olahan gurami dengan cita rasa khas, tak tergantikan jenis ikan lain. 

Kelangkaan gurami cukup menyusahkan pelaku usaha kuliner.

Sebab saat ini permintaan sedang tinggi karena banyak acara buka puasa bersama.

Padahal Kabupaten Tulungagung adalah salah satu sentra perikanan konsumsi budidaya, dengan produk andalan gurami, patin dan lele.

Kepala Dinas Perikanan Tulungagung, Lugu Tri Handoko mengakui minimnya stok gurami.

Sebab banyak pembudidaya beralih ke ikan hias selama pandemi.

Saat itu ikan hias sedang naik daun, karena banyaknya permintaan selama pandemi.

"Banyak yang beralih ke cupang, koi dan koki. Tapi ikan hias saat ini sudah anjlok," ungkap Lugu.

Kini para pembudidaya ikan kembali ke ikan konsumsi.

Namun ikan peliharaan mereka masih kecil-kecil, banyak yang belum siap panen.

Karena tingginya permintaan, banyak gurami yang dipanen dengan berat 5 Ons.

Padahal dalam situasi normal, gurami banyak dipanen pada berat 7-8 Ons.

Lugu yakin stok gurami akan kembali normal pada tiga bulan ke depan.

"Tiga bulan ke depan sudah banyak yang siap panen. Kondisi akan kembali normal," tandas Lugu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved