Ramadan sebagai Pusat Inkubasi

KEDATANGAN bulan suci Ramadan pasti diidamkan oleh orang orang yang beriman.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Zainuddin

Oleh Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS)-MUI Jatim, Dr.Ir.H. Jumadi, MMT

KEDATANGAN bulan suci Ramadan pasti diidamkan oleh orang orang yang beriman.

Kebarokahan, ampunan, sederetan harapan bagi ummat yang menjalankannya tentu dengan atribut, keikhlasan dalam menjalankan semata demi Ridha Allah.

Inkubasi sendiri memiliki format dalam mengelola proses sebuah produk untuk kompetitif di eksternal market/spacial.

Demikian pula puasa sebagaimana diperintahkan Allah dalam surat 2 ayat 183, akan menjadikan orang orang mukmin masuk ruang 'inkubasi' selama bulan Ramadan untuk menjadi pribadi yang kompetitif di eksternal space Ramadan dengan predikat 'taqwa'.

Nilai ketaqwaan tentu akan menjadi eksplisit ketika seseorang melakukan aktivitas diantaranya dalam kehidupan sehari hari baik dalam ruang sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya. Nilai Kepercayaan & Kejujuran adalah diantaranya.

Kepercayaan dan kejujuran, nilai yang sangat menonjol dalam seseorang menjalankan puasa, dalam kesendirian, dia akan tetap menjalankannya, walaupun tidak seorangpun melihatnya.

Dia takut melakukan distortif puasa, hanya semata karena Allah. Ini adalah nilai yang luar biasa, yang dibangun setiap tahun dibulan suci Ramadan sebagai pusat inkubasi orang orang yang beriman, untuk terus meningkatkan kualitas ketaqwaanya, yang sebagian kecil diantaranya dengan indikator bahwa seseorang itu akan mendapatkan brand 'dipercaya dan jujur'.

Lalu bagaimana kepercayaan dan kejujuran akan mampu dikonversi kedalam ruang kehidupan ? khususnya dalam misi ekonomi?

Ramadan sebagai pusat Inkubasi, diharapkan akan menghasilkan produk yang kompetitif (orang orang mukmin yang memiliki kualitas ketaqwaan dengan indikator diantaranya dipercaya dan jujur).

Dipercaya dan jujur ini, dalam konteks hubungan ekonomi baik dalam produksi, konsumsi dan distribusi sangat dibutuhkan bahkan menjadi syarat fundamental dalam perilaku usaha syariah.

Transformasi nilai ini tidak sederhana, banyak godaan distortif yang jika tidak kuat dalam memegang nilai 'kepercayaan dan kejujuran' perilaku ekonomi bisa off the track dari perilaku usaha syariah.

Oleh karena itu kepercayaan dan kejujuran ini menjadi basis nilai dalam perilaku usaha syariah, nilai inilah yang diharapkan komunitas dunia tidak hanya pada negara negara Islam atau negara dengan populasi muslim dominan.

Artinya Ramadan merupakan inkubator yang menjadi gravitasi nilai untuk ditarnsformasikan kedalam berbagai segmen kehidupan secara universal.

Sebagai ilustrasi, pusat pusat syariah dunia banyak dari negara yang nota bene bukan merupakan negara Islam atau dengan populasi muslim dominan, seperti Korea Selatan pusat wisata halal, Inggris sebagai pusat keuangan syariah, Thailand mempunyai visi dapur halal dunia, Philipina berupaya mempercepat pertumbuhan keuangan Islam, Brasil yang merupakan eksportir produk halal nomor 1 di dunia.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved