Berita Malang Hari Ini
PT KAI Daop 8 Surabaya Sterilisasi Jalur KA, Warga Comboran Malang di Pinggir Rel KA Terancam
PT KAI Daop 8 Surabaya akan melakukan sterilisasi jalur KA, warga Comboran yang tinggal dan beraktifitas di sepanjang rel KA terancam tergusur.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM | MALANG - Warga Comboran yang tinggal dan beraktifitas di sepanjang rel KA terancam tergusur.
Hal ini dampak dari rencana sterilisasi jalur KA yang akan dilakukan oleh PT KAI Daop 8 Surabaya di sepanjang jalur Stasiun Kotalama hingga Jagalan Kota Malang.
PT KAI Daop 8 Surabaya menginginkan, jalur KA di wilayah tersebut di sisi kanan kirinya harus sterilisasi dari bangunan.
Untuk itu, sebelum sterilisasi ini dilakukan, PT KAI Daop 8 Surabaya akan melakukan sosialisasi kepada warga dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari TNI Polri, Satpol PP Kota Malang hingga tokoh masyarakat setempat.
"Jalur KA dari Malang Kotalama sampai Jagalan sisi kanan-kiri rel ada pemukiman. Ini sangat berbahaya dan itu menurut UU tidak boleh dan dilarang,"
"Makannya, kami meminta masyarakat secara sukarela untuk memindahkan barang-barangnya sejauh kurang lebih enam meter kanan kiri dari rel," ucap ucap Heri siswanto, Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Selasa (21/6/2022).
Rencana sterilisasi ini telah dibahas bersama antara TNI Polri, Satpol PP Kota Malang hingga tokoh masyarakat setempat di Stasiun Malang.
Dalam rakor tersebut membahas tentang pembentukan tim khusus yang nantinya bertugas untuk melakukan sosialisasi kepada warga.
Hal ini dilakukan, karena PT KAI Daop 8 Surabaya menyadari, bahwa warga yang tinggal di pinggiran jalur KA Comboran sudah puluhan tahun.
"Sosialisasi kepada warga sekitar agar warga bisa menerima. Dan memang secara prinsip tidak boleh," terangnya.
Sementara itu, Ketua RW 7 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen Kota Malang, Ahmad Zakaria menyampaikan, bahwa dirinya hadir dalam rapat koordinasi tersebut karena ada undangan dari PT KAI.
Pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada warga terkait sterilisasi, karena belum mengetahui detail dari apa yang bakal dilakukan PT KAI Daop 8 Surabaya.
"Saya baru dapat undangan hari ini tadi dan akan kami tindaklanjuti. Kami juga belum sosialisasi karena kami belum tahu detailnya. Kalau tahu detailnya akan kami sampaikan ke warga," ucapnya.
Dari 9 RT yang ada di RW 7 Kelurahan Sukoharjo, hanya ada di RT 9 yang bakal terdampak rencana sterilisasi jalur KA.
Di RT 9 tersebut, total dihuni oleh 180 Kepala Keluarga (KK).
Dia menjelaskan, bahwa sudah hampir satu abad lamanya, warga di RT 9 tersebut tinggal di pinggir jalur KA.
"Kalau kami lihat, warga kami dari nenek moyang sudah hampir satu abad ada tinggal di situ. Saya gak tahu kedepannya ini seperti apa. Kalau ada detailnya baru kami sampaikan kepada warga," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Jalur-KA-yang-terletak-di-tengah-perkampungan-padat.jpg)