Berita Jawa Timur Hari Ini

Korban Pelecehan di Depan Toko Kelontong di Gresik Ternyata Dua Orang

Pelaku pelecehan seksual di sebuah toko kelontong di Gresik ditangkap polisi. Pelaku mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak perempuan

Tersangka pencabulan dua anak digelandang di Mapolres Gresik, Jumat (24/6/2022). Pria bernama Buchori ini melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak di sebuah toko kelontong di gresik. Aksinya terekam CCTV dan viral di media sosial 

SURYAMALANG.COM|GRESIK - Buchori (39) hanya bisa terdiam saat digelandang di Mapolres Gresik menuju ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Gresik.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku telah melakukan aksi bejat terhadap dua anak perempuan di bawah umur di toko kelontong yang berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu.

Korban pertama seorang anak perempuan berusia belasan tahun.

Pelaku mengaku menggerayangi korban pertama.

Korban yang kedua adalah perempuan berusia lima tahun.

Anak kecil berkerudung coklat diciumi berkali-kali di depan toko.

Tersangka yang merupakan warga Kenjeran, Kota Surabaya itu meninggalkan toko usai melancarkan aksi bejatnya.

"Alhamdulilah tersangka sudah kami amankan tadi malam 00.30, diamankan di Surabaya. Korban yang ada di TKP dua orang berinisial R dan I," ucap Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Aziz di halaman Polres Gresik, Jumat (24/6/2022).

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Terhadap Anak di Depan Toko Kelontong di Gresik

Tersangka awalnya membeli bensin. Kemudian nafsu birahinya memuncak melihat korban yang merupakan anak-anak. Korban dan tersangka tidak saling kenal.

"Birahinya meningkat pelecehan tersebut satu di dalam toko dan satunya di luar toko. Yang terekam CCTV di luar toko," tambahnya.

Tersangka yang merupakan duda sejak tahun 2018 itu dijerat dengan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagimana dimaksud dalam pasal 82 jo 76E UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang –Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman minimal lima tahun minimal maksimal 15 tahun penjara," imbuhnya. (wil)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved