Berita Malang Hari Ini
Cabai Rawit dan Bawang Merah Dorong Inflansi Kota Malang Capai 0,61 Persen Pada Juni 2022
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis angka inflasi pada Juni 2022, Jumat (1/7/2022).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis angka inflasi pada Juni 2022, Jumat (1/7/2022).
Menurut Erny Fatma, Kepala BPS Kota Malang, inflasi mencapai 0,61 persen. Setidaknya ada 10 komoditas penyumbangnya.
Yaitu cabai rawit, angkutan udara, bawang merah, kontrak rumah, tomat, cabai merah, harga mobil, pisang dan buah pir.
"Kenaikkan cabai merah karena cuaca. Sedang permintaan banyak. Dari kelompok transportasi masih disumbang oleh kenaikkan harga tarif angkutan udara. Sejak Lebaran sampai kini masih tinggi," jelas Erny dalam penjelasan lewat zoom.
Sedang di sektor pendidikan, tercatat ada kenaikkan pada tarif bimbel.
Ia memperkirakan karena ada UTBK-SBMPTN dimana lulusan SMA sederajat ke bimbel serta ingin masuk ke sekolah kedinasan.
Sedang penyumbang deflasi adalah turunnya harha obat penurun panas.
Serta harga kerudung/jilbab turun setelah pada Lebaran lalu naik. Harga mainan anak-anak juga turun.
Diperkirakan karena anak-anak sekarang sudah kurang suka mainan biasa. Sebab sekarang lebih senang mainan di HP. Juga penurunan ikan tongkol yang diawetkan mencapai 19,01 persen.
Selain itu juga ada penurunan harga beras, bayam karena masa panen, daging ayam ras, bawang putih, anggur, jagung manis, mangga dan ayam hidup.
Dari delapan kota yang menjadi survei IHK (Indeks Harga Konsumen) di Jatim, semua mengalami infasi. Inflasi terendah di Kabupaten Sumenep sebesar 0,45 persen.