Berita Probolinggo Hari Ini
Kisah Sukses UMKM Kerajinan Kain Perca D Recy Probolinggo, Katarina Berdayakan Emak-Emak Kampung
Katarina membangun UMKM Griya Srikandi di Probolinggo menggandeng para emak-emak di tempat tinggalnya untuk menjalankan usaha kerajinan kain Perca
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dyan Rekohadi
Sekilonya berisi lima lembar kain jeans beragam ukuran.
Limbah lain perca itu pun disulap menjadi produk tas.
"Cara membuat tas kain perca saya peroleh dari tayangan YouTube. Dalam proses pembuatannya tak ada kendala berarti. Sebab, saya punya keahlian menjahit," terangnya.
Saat awal memasarkan, produknya minim pembeli.
Ia menengarai karena tas buatannya berdesain monoton.
Setahun berselang, dia menambahkan sejumlah ornamen ke produknya, yakni bordiran membentuk bunga dan kain bekas potongan batik.
Tas buatannya makin terlihat elok dan kekinian.
Tak hanya itu, dia juga memperbanyak jenis tas. Jenisnya antara lain, sling bag, tas jinjing, totebag, mini bag, clutch dan ransel.
"Saya membanderol tas dengan harga mulai Rp 80 ribu- Rp 350 ribu. Kami menerima permintaan desain atau model tas yang diinginkan pembeli," paparnya.
Banyaknya model tas dan desain modis itu sukses memikat pembeli.
Bahkan, pembelinya sudah tersebar di sejumlah daerah di Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan bali.
Paling fantastis, Katalina bisa meraup untuk Rp 400 juta dalam setahun.
"Ada pula pembeli mancanegara, antara lain Malaysia, Korea Selatan, Filiphina, Swedia, Belanda, dan Amerika. Mereka membeli tas kain perca D Recy saat melakukan kunjungan di Kota Probolinggo," urainya.
"Saya juga menjual masker dan sepatu kain perca. Namun, tas kain perca yang paling laris penjualannya," tambahnya.
Kini, UMKM Griya Srikandi terus berkembang. Katarina telah menyiapkan penjualan berbasis daring.