Berita Malang Hari Ini
Masih Ada SMP Swasta di Malang Tak Dapat Siswa, Hanya 6 SMP Terisi 100 Persen
Meski pembelajaran tahun ajaran 2022/2023 sudah berjalan, sejumlah SMP swasta di Kota Malang masih belum bisa memenuhi pagu rombongan belajar.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
SMP Islam Tarbiyatul Huda berada satu komplek dengan Madrasah Ibtidaiyah.
Kepala SMP Tarbiyatul Huda, Sugeng ketika dikonfirmasi lewat telepon membenarkan bahwa sekolganya tidak mendapat siswa.
"Benar untuk kelas 7 sama sekali belum ada siswa. Kelas 8 ada 1. Kelas 9 ada 1 siswa," kata Sugeng.
Pagu kelas 7 adalah 20 siswa. Ia mengatakan hal ini karena di sekitarnya banyak sekolah, termasuk SMPN.
"Kendala di wilayah kami dikepung oleh SMPN. Ada SMPN 2, SMPN Terbuka, SMPN 9 juga SMPN 29. Belum lagi SMP lainnya. Jadi di sana ngumpul sekolah. Akhirnya bersaing ketat. Apalagi SMPN pagunya lebih dari lima kelas," jelas Sugeng.
Ia mengatakan, sebelum ada Covid-19, masih mendapat sembilan siswa. Namun, kemudian banyak s yang keluar. Sedang tiga tahun terakhir makin sulit dapat siawa.
"Sebenarnya ya kasihan guru-gurunya," jawab Sugeng.
Ada 12 guru dan sekolah tidak bisa mendapatkan dana BOS karena terkendala adminiatrasi.
Sebab sekolahnya tidak memiliki surat dari Kemenkumham karena tidak memiliki biaya. Jika tidak memenuhi syarat itu, kata Sugeng, maka akan hangus.
Ia juga sudah mencoba menanyakan hal itu ke Dikbud Kota Malang dan Bank Jatim.
Sedang di SMP Waskita Dharma di Jalan Sawojajar gang 5 B hanya mendapat dua siswa.
"Meski dua siawa ya pembelajaran biasa. Bahkan memakai Kurikulum Merdeka. Siswa kelaas 8 dan 9 pakai K13," jawab pengurus sekolah yang tidak mau disebutkan namanya.
Untuk mendapatkan siswa, sekolah sudah berupaya memasang banner/spanduk untuk PPDB. Tapi tidak ada respons masyarkat. Total siswa kelas 7-9 ada sembilan orang. Kelas 9 ada enam orang.
"Alhamdullilah ada bantuan Bosnas dan Bosda dari Pemkot Malang," jawabnya.
Jumlah guru ada 17 orang termasuk mengajar ke SMK Waskita Dharma dengan program keahlian Administrasi Perkantoran. Jumlah siswa di SMK tinggal kelas 12 sebanyak 7 orang.