Berita Batu Hari Ini
Lahan Sawah di Kota Batu Terus Berkurang
Di tengah ancaman krisis pangan global, luas lahan pertanian di Kota Batu terus berkurang.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BATU - Di tengah ancaman krisis pangan global, luas lahan pertanian di Kota Batu terus berkurang.
Data Badan Pusat Statistik Kota Batu mencatat, pada 2018, total luas penggunaan lahan sawah irigasi di Kota Batu pada 2018 tercatat 2.4278,69 Hektare.
Pada 2019, jumlahnya menjadi 2.427,69 Hektare.
Jumlahnya terus menyusut pada 2020 menjadi 1.998,44 Hektare. Pada 2021, luasnya menjadi 1.736,51 Hektare.
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, salah satu upaya untuk mencegah banyaknya lahan pangan beralih fungsi melalui Perda RTRW.
"Kami berharap revisi Perda RTRW dipercepat, lalu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya lahan hijau," ujar Punjul, Senin (1/8/2022).
Punjul berpendapat, penyempitan lahan sawah terjadi karena banyaknya permintaan untuk pembangunan rumah tinggal.
Banyak perumahan baru yang dibangun di Kota Batu. Pun pembagian lahan dalam sebuah keluarga.
Punjul menjelaskan, kondisi itu bepengaruh terhadap turunnya lahan pertanian.
Dalam konteks lahan milik pribadi, Punjul menjelaskan bahwa Pemkot Batu tidak bisa berbuat banyak.
Misalkan sebuah keluarga membagi lahannya kepada anak-anaknya, lalu diperuntukan sebagai tempat tinggal.
Pembangunan yang mengusung konsep pemandangan alam juga banyak memakan lahan pertnian sawah.
Tidak sedikit cafe-cafe didirikan di dekat persawahan. Menurut Punjul, tren ini tidak hanya terjadi di Kota Batu.
Banyak daerah juga menghadapi tantangan serupa.
"Karena memang saat ini tren yang terjadi seperti itu. Ujungnya berdampak pada pengurangan lahan sawah itu tadi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lahan-persawasan-di-daerah-kota-batu.jpg)