Tragedi Stadion Kanjuruhan

Penyebab Kerusuhan Pasca Laga Arema FC Vs Persebaya sampai 127 Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan

Penyebab kerusuhan pasca laga Arema FC Vs Persebaya sampai 127 orang tewas di Stadion Kanjuruhan, Malang, Liga 1 2022 dihentikan

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang/Purwanto
Jayus Hariono dan Rizki Ridho (kiri) dan ricuh di Stadion Kanjuruhan (kanan), penyebab kerusuhan pasca laga Arema FC Vs Persebaya sampai 127 orang tewas 

SURYAMALANG.COM - Beberapa penyebab kerusuhan Arema FC Vs Persebaya setelah pertandingan selesai Sabtu (1/10/2022) malam terungkap. 

Total korban meninggal akibat peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang pasca Arema FC kalah dari Persebaya itu mencapai 127 orang. 

Pertandingan Liga 1 2022 antara Arema FC Vs Persebaya kemarin malam kick off pukul 20.00 WIB dan selesai sekitar pukul 22.10 WIB. 

Kerusuhan terjadi setelah pertandingan selesai yang berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya selaku tim tamu. 

Suporter Arema FC yang geram atas kekalahan tersebut diduga kecewa dan masuk ke tengah lapangan. 

Bahkan menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta selama pertandingan tidak ada masalah dan situasi cukup kondusif. 

Masalah terjadi ketika pertandingan selesai karena suporter kecewa melihat tim Arema FC kalah. 

"Apalagi ini sebelumnya Arema FC tidak pernah kalah di kandang sendiri melawan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir," ujar Nico saat gelar rilis di Polres Malang, Minggu (2/3/2022) dini hari.

  • Penyebab Ratusan Korban Berjatuhan 

Nico menambahkan, motif para suporter Arema FC turun ke lapangan juga dengan maksud berusaha mencari pemain dan official Arema FC.

"Mereka bermaksud menanyakan ke pemain dan official kenapa sampai kalah (melawan Persebaya)," tuturnya.

Tak ingin kejadian kericuhan menjadi runyam, Nico menerangkan jika petugas pengamanan kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan. Salah satunya dengan menembakkan gas air mata.

"Upaya-upaya pencegahan dilakukan hingga akhirnya dilakukan pelepasan gas air mata."

"Karena sudah tragis dan sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil," papar Nico.

Penumpukan suporter kemudian memicu berdesakan hingga membuat tragedi maut tersebut terjadi.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved