TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Menghiraukan Sanksi Arema FC Diusir Dari Malang dan Denda, Manajer Ali Rifki Lebih Peduli Korban
Ali Rifki kembali menegaskan jika saat ini manajemen Arema FC memilih fokus pada upaya menangani korban tragedi stadion Kanjuruhan.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Manajer Arema FC, Ali Rifki menyatakan pihaknya tak memikirkan perkara sanksi di saat Komdis PSSI telah resmi memberikan sanksi bagi klub Singo Edan.
Ali Rifki kembali menegaskan jika saat ini manajemen Arema FC memilih fokus pada upaya menangani korban tragedi stadion Kanjuruhan.
“Kami tidak peduli dan belum mau memikirkan soal sanksi. Sekarang ini manajemen masih fokus pada korban. Mau seberapa besar sanksinya tidak masalah karena ini menyangkut nyawa Arema,” kata Ali Rifki, Rabu (5/10/2022).
Baca juga: Presiden RI Joko Widodo Telah Berbicara dengan Presiden FIFA, Ini Hasilnya
Lebih lanjut Ali menegaskan, saat ini klubnya tengah fokus pada keluarga korban yang meninggal dunia dan korban yang masih dirawat di rumah sakit.
“Kami masih fokus pas korban, baik yang sakit maupun keluarga korban yang ditinggalkan. Tim dibagi tiga keliling menemui korban,” ujarnya.
Ali menuturkan dari hasil ia dan tim datang ke rumah duka dan juga mengunjungi korban yang berada di rumah sakit, keluarga para korban meminta agar kasus ini terus diusut dan dikawal sampai menemukan tersangkanya.

“Ketika kami berbicara dengan keluarga korban, mereka minta ikut pantau perkembangan peristiwa ini. Saya lihat Presiden Jokowi juga meminta kasus dibuka secara terang. Semoga doa dari seluruh masyarakat Indonesia mendoakan korban meninggal dunia supaya husnul khotimah dan dan keluarga diberi kekuatan serta yang terluka diberi kesembuhan,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Komdis PSSI telah menetapkan sanksi untuk klub Arema FC usai tragedi Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan 131 nyawa melawan g, Sabtu (1/10/2022) .
Komdis menjatuhkan sanksi pada klub Arema FC dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton dan harus dilaksanakan di luar Malang sejauh lebih dari 250 kilometer selama Liga 1 musim 2022/2023 berlangsung.
Selain itu Arema FC juga didenda Rp 250 juta.
Untuk Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris dan Koordinator Security Officer Suko Sutrisno, dihukum tak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup.
“Dari hasil sidang, kepada klub Arema FC keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari kandang di Malang. Jauh di sini ialah jaraknya harus lebih dari 250 kilometer dari lokasi di Malang,” kata Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing di Malang, Selasa (4/10/2022).
“Klub Arema FC juga didenda Rp 250 juta. Pengulangan terhadap pelanggaran akan berakibat hukuman yang lebih berat,” jelasnya.
Baca juga: Tragedi Gate 14 Kanjuruhan, 5 Sahabat Meninggal dan Satu Orang Selamat Setelah Lompat dari Pagar
Spanduk bertuliskan Usut Tuntas di Kota Malang
Spanduk bertuliskan Usut Tuntas atas tragedi yang menelan ratusan korban jiwa di Stadion Kanjuruhan bertebaran di sudut-sudut Kota Malang, Selasa (4/10/2022).