TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Pengakuan Penjual Dawet Soal Gas Air Mata dan Aremania Mabuk, Tenyata Tak Valid

Fakta pengakuan soarang penjual dawet saat pertandingan Arema Vs Persebaya yang berlangsung di stadion Kanjuruhan.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Suasana tragedi Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan dalam artikel Pengakuan Penjual Dawet Soal Gas Air Mata dan Aremania Mabuk 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Inilah fakta pengakuan penjual dawet soal gas air mata dan Aremania mabuk saat tragedi Arema Vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Belum lama ini warganet dikejutkan dengan pengakuan soarang penjual dawet saat pertandingan Arema Vs Persebaya yang berlangsung di stadion Kanjuruhan.

Penjual dawet itu membuat kesaksian mengenai tragedi berdarah yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia di tragedi Arema Vs Persebaya.

pengakuan penjual dawet itu pun viral di berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan juga Twitter.

Misalnya yang dibagikan ulang oleh warganet Twitter berikut ini:

Sontak pernyataan itu menuai beragam kontroversi, terutama dari netizen yang menilai unggahan itu sengaja dimunculkan untuk menyudutkan suporter sebagai korban.

Dalam pengakuannya, perempuan yang mengaku sebagai pemilik toko dawet di dekat Pintu 3 Stadion Kanjuruhan itu mengatakan bahwa tewasnya ratusan suporter Arema FC tidak disebabkan penggunaan gas air mata yang ditembakkan oleh polisi.

Dia mengatakan, penyebab kematian ratusan orang dalam Tragedi Kanjuruhan adalah ulah Aremania-julukan suporter Arema FC yang saling berdesak-desakan dan bahkan melakukan kekerasan saat mencoba keluar dari stadion.

"Gas air matanya sebetulnya enggak terlalu anu (bahaya) kok. Cuman ini uyel-uyelane (desak-desakannya) sama sodok-sodokane (sikut-sikutannya) sama jejeg-jejegan (saling tendang) sesama suporter (yang lebih mematikan)," kata perempuan itu.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ada suporter yang bertindak brutal dengan memukuli seorang petugas polisi.

Padahal polisi itu sedang mencoba menyelamatkan seorang anak kecil dari kerumunan massa. "

Pak polisi ini menolong tapi dipukuli...kenapa saya tahu? karena saya selamat di toko saya," kata dia.

Perempuan itu mengaku menyelamatkan petugas polisi itu dengan membawanya ke toko dawet miliknya.

Namun, suporter masih mengejar dan bahkan berupaya memukul polisi tersebut dengan menggunakan gentong dawet miliknya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved