TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Daftar 'Dosa' 6 Tersangka Kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan, Bos PT LIB juga Punya Andil

Mulai dari bos PT LIB hingga anggota Polisi ke 6 tersangka semua punya 'dosa' di balik terjadinya tragedi Kanjuruhan yang merenggut 131 nyawa Aremania

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada awak media terkait Tragedi Kanjuruhan di Mapolresta Malang Kota, Kamis (6/10/2022). Kapolri menyebut ada 6 tersangka yang menjadi pelaku tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Daftar 'Dosa' para tersangka turut diungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengumumkan 6 tersangka, Mapolresta Malang Kota, Kamis (7/10/2022) malam.

Sebanyak 6 tersangka yang terdiri dari 3 orang dari pihak penyelenggara pertandingan dan 3 lainnya adalah anggota polisi telah ditetapkan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengungkap peran mereka, yang menjadi dosa mereka hingga tragedi maut di stadion Kanjuruhan yang merenggut 131 korban jiwa Aremania .

Baca juga: Pemkab Malang Belum Pernah Tagih Utang Pajak ke Arema FC

Ke 6 tersangka yang telah ditetapkan itu bisa dikatakan adalah para pembuat kebijakan atau penanggung jawab di gelaran pertandingan ARema FC Vs Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang berujung bencana.

Para tersangka diduga melanggar Pasal 359 dan 360 KUHP tentang menyebabkan orang mati ataupun luka-luka berat karena kealpaan, dan Pasal 103 ayat 1 Jo pasal 52 Undang-Undang nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan. 

Selain 6 tersangka utama, Kapolri juga menyebut adanya 20 anggotanya yang akan menerima sanksi etik karena tindakan mereka yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pemicu terjadinya bencana maut di stadion Kanjuruhan.

Dari 20 polisi yang akan disidang etik itu, 11 di antaranya adalah anggota polisi yang melakukan eksekusi penembakan gas air mata. 

Berikut Ini uraian 'dosa' para tersangka dalam tragedi Kanjuruhan :


1) AHL, merupakan Direktur Utama PT LIB. 

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita (AHL) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tragedi Kanjuruhan.,

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita saat menemui awak media di Kantor PT LIB
Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita saat menemui awak media di Kantor PT LIB (WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM)

'Dosa' apa yang dilakukan AHL dalam peristiwa mengerikan itu ?

AHL dianggap bertanggungjawab untuk memastikan setiap stadion memiliki sertifikat layak fungsi.

Saat memilih lokasi Stadion Kanjuruhan Malang sebagai lokasi Derbi Sepak Bola tersebut, AHL diduga tidak mengeluarkan sertifikasi layak fungsi stadion tahun 2022.

Namun, mengandalkan, hasil sertifikasi layak fungsi stadion yang dikeluarkan terakhir pada tahun 2020 silam. 

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved