Berita Kediri Hari Ini

Mencari Sirup Mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) di Kota Kediri

Loka POM Kediri bersama Dinas Kesehatan Mencari Sirup Mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) di Kota Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yuli A
didik mashudi
Tim gabungan dari Loka POM Kediri melakukan sidak ke apotek Dhoho Sehat yang ada di Jl Dhoho, Kota Kediri, Selasa (15/11/2022). 

Loka POM Kediri bersama Dinas Kesehatan Mencari Sirup Mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) di Kota Kediri.

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Loka POM Kediri melakukan sidak,  pemantauan dan pengawasan di beberapa apotek. Salah satunya Apotek Dhoho Sehat di Jl Dhoho, Kota Kediri, Selasa (15/11/2022).

Upaya ini untuk memastikan obat sirup yang mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) tidak lagi beredar di pasaran.

Kegiatan ini dipimpin langsung Singgih Prabowo Adi, FarmApt, Kepala Loka POM Kediri bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Kediri.

Singgih Prabowo menyampaikan,  pemantauan dan pengawasan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Selain itu memastikan obat yang sudah direcall atau ditarik oleh BPOM sudah tidak lagi beredar di Kota Kediri.

Diungkapkan, proses penarikan butuh waktu yang panjang dari industri farmasi, pihak distributor kemudian ke apotek dan toko obat. "Kami ke apotek dan toko obat prosesnya sudah berjalan semestinya," jelasnya.

Hasil sidak juga menemukan beberapa jenis obat sudah diproses retur ke distributor sehingga proses recall dari peredaran sudah berjalan karena tidak beredar lagi di sarana kefarmasian.

Dijelaskan, sesuai rilis dari BPOM beberapa produk sirup telah ditarik dari peredaran di antaranya produksi dari PT AF yang pabrikannya ada di Kota Kediri.

"Dari PT AF jumlahnya cukup banyak sudah ditarik dari distributor. Semuanya sudah proses recall ditarik dan tidak dijual lagi kepada masyarakat," jelasnya.

Singgih juga memberikan apresiasi kepada pihak apotek yang telah menarik produknya sehingga tidak beredar di masyarakat. Pihak apotek juga telah melakukan karantina mandiri.

"Produknya dipinggirkan ditaruh dalam dus dilabel, jika ada supplier yang datang tinggal mengambilnya," tambahnya.

Jumlah produk yang telah direcall jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan botol. Diharapkan pihak distributor bakal memberikan laporan jumlah produk yang telah ditarik.

Sementara Abdul Rofik, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Kediri menyebutkan yang mengikuti sidak menjelaskan, jumlah apotek yang ada di Kota Kediri mencapai 110 apotek.

Apotek tersebut dimiliki apoteker sendiri atau apotek yang bekerja sama dengan investor. 

"Apotek 100 persen telah mengikuti himbauan pemerintah. Apalagi di IAI juga ada edukasi dan update dari Kemenkes dan BPOM yang langsung diinformasikan," jelasnya.

Sehingga  obat sirup yang telah dilarang pemerintah dipastikan sudah tidak ditemukan lagi di apotek.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved