Berita Jember Hari Ini

Universitas Jember Bentuk Satgas Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

Satgas Pencegahan Kekerasan Urusan Seksual di Universitas Jember berdasarkan Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021/

Editor: Yuli A
Imam Nawawi
Suasana Uji Publik Calon Satgas PPKS Universitas Jember, Jawa Timur 

Satgas Pencegahan Kekerasan Urusan Seksual di Universitas Jember berdasarkan Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. 

Reporter: Imam Nawawi

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, menjadi perhatian serius bagi semua kampus di Indonesia.

Oleh karena itu, Universitas Jember (Unej), Jawa Timur mulai menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Terlihat, Pihak Unej melakukan uji publik terhadap 22 orang calon anggota Satgas tersebut, sebagai tahap seleksi akhir, yang terdiri dari 12 Mahasiswa, 6 dosen dan 4 tenaga kependidikan, Selasa (29/11/2022).

Uji publik tersebut dihadiri oleh Rektor Unej Iwan Taruna, Wakil Dekan III FISIP Unej Edy Wahyudi, dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari.

Ketua Panitia Seleksi Anggota PPKS Universitas Jember, Sri Hernawati menjelaskan puluhan peserta tersebut yang diuji publik , nantinya akan dipilih 11 orang, untuk direkomendasikan kepada Rektor untuk menjadi anggota Satgas PPKS.

"Rektor untuk selanjutnya dikukuhkan sebagai anggota Satgas PPKS yang akan bertugas selama dua tahun," ujarny

Menurutnya, sebelumnya ada 73 pendaftar calon anggota Satgas PPKS , terdiri dari 21 dosen, 20 tenaga kependidikan dan 32 mahasiswa.

"Setelah melewati masa seleksi administrasi dan tes wawancara, akhirnya tersisa 22 orang yang maju ke tahapan uji publik," tutur wanita yang akrab disapa Sri ini.

Sementara itu, Rektor Unej Iwan Taruna anggota Satgas PPKS yang terpilih, harus menjaga integritas dan bekerja sesuai aturan Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

“Usaha penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus adalah kerja besar yang tidak mungkin hanya diemban oleh Satgas PPKS, apalagi dalam kesehariannya kampus tidak mungkin steril dari pihak luar,"imbuhnya

Oleh karena itu, Iwan berpesan agar Satgas ini harus bersinergi dengan banyak pihak, untuk memerangi dan mencegah adanya kekerasan seksual di kampus Unej ini.

"Perlu gotong royong semua pihak agar misi mulia menghilangkan kekerasan seksual segera terwujud. Pembentukan Satgas PPKS menjadi bukti negara hadir dan menjadi perlindungan bagi semua warganya,” tuturnya.

Nampak , Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember, Iptu Dyah Vitasari bertanya kepada para peserta , terkait rencana mereka jika terpilih jadi anggota PPKS.

"Strategi apa yang akan dilaksanakan jika, menjadi anggota Satgas PPKS?" tanyanya kepada calon anggota Satgas PPKS dari unsur mahasiswa.

Putri Ayu Salsabila, Satu dari 12 mahasiswa calon anggota Satgas PPKS Unej mengaku akan melakukan sosialisasi masif dengan berbagai cara, terutama melalui media sosial, jika perlu membuat banner besar di lokasi strategis akan keberadaan Satgas PPKS.

"Tujuannya agar warga kampus tahu tugas dan fungsi kami. Kedua, kami akan memposisikan sebagai kawan bagi korban," jawabnya kepada Kanit PPA Satreskrim Polres Jember tersebut.

"Satgas PPKS yang bisa dipercaya agar jika ada korban mereka memiliki keyakinan bahwa Satgas PPKS Universitas Jember menjadi tempat yang tepat untuk melindungi,” pungkas mahasiswa angkatan 2022 di Fakultas Teknik Unej ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved