TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Aremania Bereaksi Ketika Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan Tak Sebut Unsur Gas Air Mata

Selain meragukan hasil autopsi yang diumumkan,Tim Gabungan Aremania(TGA) akan meminta visum dan rekam medis semua korban Tragedi Kanjuruhan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Pesan orangtua bagi korban meninggal dunia yang jenazahnya diautopsi dalam desain kaos(foto kiri) dan Kondisi Kevia Naswa Ainur Rohma (18), salah satu Aremanita korban Tragedi Kanjuruhan pada Rabu (12/10/2022).TGA akan meminta hasil visum dan rekam medis semua korban Tragedi Kanjuruhan untuk menunjukkan efek gas air mata pasca hasil autopsi diumumkan 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Aremania bereaksi ketika kesimpulan hasil autopsi jenazah dua Aremanita korban tragedi Kanjuruhan justru tidak menyebut unsur gas air mata sebagai penyebab kematian.

Tim Gabungan Aremania (TGA) bersama dengan Federasi KontraS, resmi menolak hasil autopsi tersebut.

Selain meragukan hasil autopsi yang kesimpulannya diumumkan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Jatim dr Nabil Bahasuan pada Rabu (30/11/2022), Aremania juga akan bersikap.

Baca juga: Hasil Autopsi 2 Jenazah Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan, Kekerasan Benda Tumpul dan Gas Air Mata

Anggota Tim Hukum Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky menyatakan perjuangan untuk mencari keadilan Tragedi Kanjuruhan masih terus berjalan.

"Ini sama halnya dengan korban selamat dan korban luka. Hingga saat ini, belum satupun ada yang divisum. Kita semua ingat, ada mata merah, ada sesak nafas, dan ada iritasi kulit. Kalau sekarang baru divisum, ya jelas sudah hilang sesaknya dan mata merahnya," kata Anjar, Kamis (1/12/2022).

"Kita tetap berjuang, masih banyak alternatif lain yang bisa ditempuh. Resume medis kita perjuangkan. Selain itu, pihak rumah sakit jangan mempersulit akses korban mendapat resume medis," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Jatim dr Nabil Bahasuan menyatakan kesimpulan dari proses autopsi jenazah Natasya Debi Ramadhani, didapati adanya tanda bekas kekerasan benda tumpul. 

Kemudian, patah tulang pada susunan tulang iga. Dan, terdapat pendarahan dalam kategori jumlah yang banyak. 

Temuan itu, disebut dr Nabil, sebagai penyebab kematian dari korban bernama Natasya Debi Ramadhani.

"Jadi untuk hasil dari Natasya. Itu didapatkan kekerasan benda tumpul. Adanya patah tulang iga, 2, 3, 4, 5. Dan di sana ditemukan perdarahan yang cukup banyak. Sehingga itu membuat sebab kematiannya," sebut Nabil, Rabu (30/11/2022).  

Sejumlah temuan pada jenazah Natasya itu, juga didapati pada jenazah Nayla Debi Anggraeni. 

dr Nabil menjelaskan, jenazah Nayla didapati mengalami patah tulang sebagian pada susunan tulang iga sisi kanan. 

"Kemudian, adiknya Nayla. Juga sama tapi ada di tulang dadanya. Patahnya itu. Juga di sebagian tulang iga, sebelah kanan," ujarnya. 

'Kekerasan benda tumpul' yang menjadi sebab kematian kedua jenazah korban itu, tidak dapat dijelaskan secara lugas oleh dr Nabil, bersumber dari apa.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved