Berita Jember Hari Ini

Tak Digaji 4 Bulan, Guru Honorer Nekat Gadaikan Laptop Sekolah dan Mencuri Motor di Pasar

Guru honorer di Jember ditangkap polisi karena gadaikan laptop di sekolah tempatnya bekerja, ia ternyata juga mencuri motor di area pasar

(TribunJatim-Timur/Imam Nawawi)
Guru Honorer tersangka pencurian motor di Jember Jawa Timur, saat keluar dari ruang penyidikan, Kamis (1/12/2022) (TribunJatim-Timur.com/ Imam Nawawi)  

SURYAMALANG.COM|JEMBER - Ahmad Fauzi (25) bukan hanya tersandung kasus hukum, soal penggelapan tiga unit laptop di Sekolah Dasar Negeri Gumuksari Kecamatan Kalisat, Jember Jawa Timur. 

Namun, Pria yang berstatus guru honorer tersebut, juga terbukti melakukan pencurian sepeda motor, yang terparkir depan konter smartphone di Jalan Riau Kecamatan Sumbersari, Jember. 

Selain di lokasi tersebut, pria yang berasal Desa Lembengan Kecamatan Ledokombo ini, juga mencuri sepeda motor yang diparkir di area pasar Sempolan Kecamatan Silo, Jember. 

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengungkapkan modus yang digunakan, kata dia pelaku ini sengaja keliling jalan, untuk mencari kendaraan-kendaran yang diparkir, dengan kunci sepeda motornya masih terpasang di lubang kunci.

"Pada saat menemukan sepeda motor yang kuncinya tertinggal, kemudian dirasa aman, lalu pelaku mendekatinya, dan menyeteter kendaraan lalu dibawa kabur," ujarnya saat jumpa pers di Mapolres Jember, Kamis (1/11/2022) 

Baca juga: Guru Honorer di Jember Gadaikan Laptop Sekolah, Alasannya untuk Menyambung Hidup

Menurutnya, dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku belum sempat menjual dua unit motor Honda Beat merah dan Honda Vario putih hasil curian tersebut.
 
"Kendaranya masih belum sempat dijual, jadi masih digunakan oleh yang bersangkutan," imbuh Hery. 

Dari tangan pelaku , kata Hery, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, yang masih berada di rumah tersangka. 

Atas atas ulahnya tersebut, kata Hery, tersangka dijerat dengan pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian. 

"Dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, tersangka menggadaikan tiga unit laptop milik sekolah, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Selain itu, juga tersangka menjadi guru honorer baru empat bulan, bahkan belum menerima gaji sama sekali. (TribunJatim-Timur/Imam Nawawi)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved