Berita Malang Hari Ini

Tanggapan Dosen FEB UB Malang Soal Penetapan UMK 2023, Pemerintah Harus Lakukan Pengawasan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wildan Syafitri, Dosen FEB Universitas Brawijaya (UB) Malang memberikan pendapat tentang penetapan UMK 2023.

IST
Wildan Syafitri, Dosen FEB Universitas Brawijaya (UB) Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wildan Syafitri, Dosen FEB Universitas Brawijaya (UB) Malang memberikan pendapat tentang penetapan UMK 2023.

Di Malang Raya, angka UMK sudah di atas Rp 3 juta. Seperti Kota Malang, angka UMK 2023 mencapai Rp 3,194 juta.

Untuk itu peran pemerintah harus melakukan pengawasan saat pelaksanannya.

"Memang menurun sedikit dari yang diusulkan ke Gubernur."

"Alasannya mungkin karena  pertimbangan ekonomi dan produktivitas pekerja," jelas Wildan pada SURYAMALANG.COM, Kamis (8/12/2022).

Sedangkan UMK Jatim untuk Kabupaten Malang termasuk termasuk yang tertinggi ketujuh dibandingkan kota-kota lain.

Ia menjelaskan jika upah ini juga menunjukkan persaingan antar daerah.

Meski di satu sisi harus juga dipikirkan tentang kebutuhan pekerja dan pengusaha.

"Pengusaha juga merasa meskipun penerima juga keberatan. Karena mereka sebenarnya memikirkan PP diganti dengan Permenaker," katanya.

Maka kondisinya sangat dinamis. "Tapi  Alhamdulillah secara umum pengusaha menghormati keputusan itu," katanya.

Selain itu, pekerja juga ingin upahnya bisa lebih. Sedang dari sisi pengusaha memang agak berat di tengah potensi ekonomi tidak tumbuh.

Dalam kondisi ini, yang dibutuhkan adalah pemerintah harus harus melakukan pengawasan terhadap implementasi penerapan upah ini.

"Harus diawasi karena ada banyak konflik terkait perburuhan. Pola pengupahan apakah itu sudah didraftkan dengan betul. Apakah para pekerja dapat upah sesuai," papar dia.

Bagaimana ekonomi 2023?

"Memang ada penurunan pertumbuhan. Tapi prediksi pertumbuhan harus dilawan dengan upaya kolaborasi. Perlu penguatan sosial kapital itu penting," jawabnya.

Sebab selain ancaman inflasi, juga ada bencana alam. Maka harus tetap optimis karena ekonomi ditentutkan olek ekspektasi.

"Sikap pesimis mendorong situasi lebih buruk. Tingkatkan konsumsi kalau perlu, jangan simpan uang agar roda ekonomi berjalan. Jadi beli-beli juga agar produksi juga berjalan," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved