Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pasuruan Hari Ini

Pejabat Menjawab Ihwal Payung Madinah Gagal Mengembang di Kota Pasuruan

“Tidak ada yang roboh atau ambruk. Itu memang ada kesalahan teknis sehingga membuat payung gagal mengembang,” katanya, Selasa (13/12/2022).

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yuli A
galih lintartika
Payung Madinah di Kota Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Basuki mengatakan, tidak ada bangunan yang roboh dalam proyek payung madinah.

Menurutnya, narasi yang beredar di media sosial itu tidak benar. Dari hasil klarifikasi, tiang penyangga masih utuh, namun memang ada kerusakan.

Pernyataan ini menepis rumor yang beredar bahwa pembangunan payung Madinah, proyek strategis Pemkot Pasuruan ini gagal.

“Tidak ada yang roboh atau ambruk. Itu memang ada kesalahan teknis sehingga membuat payung gagal mengembang,” katanya, Selasa (13/12/2022).

Disebutkan Basuki, kesalahan teknis itu terjadi saat pemasangan membran payung hidrolis yang kedua. Sebelumnya, pemasangan berjalan normal.

“Penyebabnya karena human eror, atau kesalahan teknis. Ada kemungkinan karena pekerja yang kelelahan akibat lembur,” terangnya.

Indikasi awal, ada tali baja yang terkait sehingga saat dibuka gagal mengembang. Hal itu membuat dan empat jari-jari payung rusak.

“Tali baja itu tersangkut bagian tengah tubuh payung, yang akhirnya merusak semuanya. Untungnya membran atau kainnya aman,” urainya

Disampaikannya, empat arm di empat jari-jari payung mengalami kerusakan sehingga payung tidak mengembang sempurna.

"Kejadiannya kan kemarin malam. Saya langsung koordinasi, dan pagi tadi kami sudah menggelar rapat dengan pelaksana dan pengawas,” paparnya.

Dia menyebutkan, hasil rapat tadi disepakati dari pelaksana akan mengganti semuanya yang rusak. Bukan diperbaiki, tapi diganti.

“Dari pelaksana sudah menyiapkan jaring laba - laba yang baru. Ini sudah dikirim dari Jakarta, kemungkinan besok sudah sampai,” tambahnya.

Basuki memastikan proyek ini akan diusahakan selesai tepat waktu. Sebab, semua pembangunannya sudah selesai.

Basuki menguraikan, proyek ini hanya menunggu tahap ujicoba payungnya. Ia menyebut, uji coba ini untuk memastikan fungsinya berjalan.

"SPK-nya kan sampai 20 Desember 2022 ini, sehingga prosesnya dipercepat atau lembur. Kami optimis bisa selesai,” sambungnya.

Ia juga sudah meminta ada tambahan tenaga ahli untuk melakukan pengawasan agar kendala teknis seperti ini tidak akan terulang kembali. 

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved