Berita Surabaya Hari Ini

56 Ribu Petugas Sensus Pertanian Akan Bergerak di Seluruh Jawa Timur

SENSUS PERTANIAN - Bukan hanya kaum tani, pihaknya juga bakal mendata anggota rumah tangga petani sesuai dengan gender dan usia.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yuli A
yul
ILUSTRASI - Petani bajak sawah pakai traktor. 

SENSUS PERTANIAN - Bukan hanya kaum tani, pihaknya juga bakal mendata anggota rumah tangga petani sesuai dengan gender dan usia.

SURYAMALANG.COM, MALANG - Meski baru akan dilakukan di Mei 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur terus agresif melakukan sosialisasi Sensus Pertanian 2023.

Beberapa langkah telah dilakukan, di antaranya, pemutakhiran kerangka geospasial dan muatan wilayah kerja statistik, gladi bersih, dan updating direktori perusahaan pertanian.

"Juga uji coba survei ekonomi pertanian, penyusunan Klasifikasi desa di Perkotaan/Pedesaan Tahun 2022 berdasarkan PODES 2021, kemudian kick-off publisitas, serta pengadaan Instrumen, pelatihan Intama dan Innas," kata Adenan, Koordinator Tim Produksi BPS Jatim, saat tampil sebagai narasumber dalam workshop Wartawan Dalam Rangka Publisitas ST 2023 di Harris Hotel Malang, Selasa (13/12/2022).

Semua kegiatan itu dilakukan sepanjang tahun 2022. Selanjutnya di tahun 2023 telah disiapkan beberapa langkah, pertama, publisitas Sensus Pertanian (ST) 2023, rekrutmen dan pelatihan petugas lapangan, dilanjutkan pencacahan lapangan lengkap, mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2023.

"Selanjutnya pelaksanaan Post Enumeration Survey (PES) ST2023, pelaksanan survei ekonomi pertanian, uji coba survei produksi dan ligkungan pertanian, serta penyusunan diseminasi," beber Adenan.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hariawan, saat memaparkan tentang ST2023 di Jatim yang telah menyelesaikan semua tahapan di tahun 2022 dan bersiap memasuki tahapan berikutnya termasuk pencacahan data yang akan digelar pada 1-31 Mei 2023.
Kepala BPS Jatim, Dadang Hariawan, saat memaparkan tentang ST2023 di Jatim yang telah menyelesaikan semua tahapan di tahun 2022 dan bersiap memasuki tahapan berikutnya termasuk pencacahan data yang akan digelar pada 1-31 Mei 2023. (sri handi lestari)

Sensus pertanian oleh BPS, telah dilakukan dalam jangka waktu 10 tahun sekali. Dengan tujuan untuk memotret kondisi pertanian yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, mengatakan, sensus pertanian merupakan amanat UU No.16 Tahun 1997 tentang Statistik. Di dalamnya ada tiga sensus yaitu, Sensus Penduduk, Sensus Ekonomi, dan Sensus Pertanian.

"Khusus Sensus Pertanian selalu dilakukan pada tahun dengan akhiran 3. Dan untuk Sensus Pertanian 2023 masuk tahun ke 7," kata Dadang.

ST2023 ini, ada tujuh sub sektor yang akan dicatat seperti pertanian tanaman pangan (padi, jagung, palawija, dan lainnya), kemudian holtikultura, peternakan, perikanan, kehutanan, termasuk juga jasa-jasa pertanian.
"Untuk Jawa Timur, nantinya sebanyak 38 Kabupaten/Kota di Jatim akan dilakukan pendataan sensus pertanian ini," ujar Dadang.

Diakui Dadang, Sensus Pertanian 2023 memang menyimpan permasalahan yang lebih banyak. Karena itu, pihaknya sudah menyesuaikan variabel sesuai dengan perkembangan zaman.

"Sensus kali ini disesuaikan dengan WCA (World Programme for the Cencus of Agriculture) yang ditetapkan pada 2020," jelasnya.

Tahun depan, pihaknya bakal menambahkan 10 variabel pokok dan empat variable frame. Penambahan tersebut lebih meliputi seberapa lama petani sudah bekerja, luas lahan menurut tipe kepemilikan, hingga kegiatan ekonomi pendukung.

Selain itu, sustainable development goals (SDG) juga ikut menjadi titik berat. Karena itu, pihaknya juga bakal mendata jenis pupuk yang digunakan, hingga lahan yang diirigasi.

"Tema besarnya memang keberlanjutan. Bagaimana industri pertanian bisa bertahan bahkan berkembang di masa depan," beber Dadang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved