BKKBN Jatim Bentuk Duta GenRe sampai Tingkat Desa

Tingginya angka hamil sebelum menikah di Jatim merupakan fenomena gunung es.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Tingginya angka hamil sebelum menikah di Jatim merupakan fenomena gunung es.

Bisa jadi kasus yang tidak terungkap lebih banyak dibandingkan angka tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati mengatakan permohonan dispensasi nikah (diska) di Jatim tahun 2022 mencapai 15.212 kasus.

"Dari 15.212 putusan diska tahun 2022, 80 persen karena si perempuan sudah hamil duluan," kata Maria kepada SURYAMALANG.COM, Senin (16/1/2023).

Sedangkan 20 % sisanya karena berbagai faktor, misalnya perjodohan.

Saat ini pemerintah mempercepat penurunan angka stunting. Ditargetkan angka stunting di Indonesia sebesar 14 % pada tahun 2024.

"Kehamilan yang tidak diinginkan dan usia ibu hamil yang sangat muda berpotensi terjadi bayi lahir stunting," imbuhnya.

Menurutnya, semua pihak perlu terlibat dalam mengatasi permasalahan ini.

BKKBN memiliki strategi penurunan stunting dan pembentukan keluarga berkualitas dengan sasaran mulai dari remaja.

"Kami memiliki program Generasi Berencana (GenRe) melalui Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja untuk sosialiasi Kesehatan Reproduksi atau Kespro," paparnya.

BKKBN Jatim membentuk Duta GenRe sampai tingkat desa pada tahun ini. Selama ini Duta GenRe baru ada di tingkat kabupaten.

"Sudah ada 8.501 Duta GenRe Desa di Jatim. Duta GenRe bertugas sosialisasi dan juga bisa melakukan konseling," ujarnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved