TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Kiprah Relawan Psikososial Universitas Muhammadiyah Malang Dampingi Korban Tragedi Kanjuruhan

Mahasiswa semester III Fakultas Psikologi UMM Apriliani Putri Andini dan Ferdyn Divanico Fawwaz Muhammad menjadi relawan korban Tragedi Kanjuruhan

suryamalang/sylvi
Mahasiswa semester III Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Apriliani Putri Andini dan Ferdyn Divanico Fawwaz Muhammad menjadi relawan psikososial yang digagas Fakultas Psikologi UMM bagi korban Tragedi Kanjuruhan 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Mahasiswa semester III Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Apriliani Putri Andini dan Ferdyn Divanico Fawwaz Muhammad menjadi relawan psikososial yang digagas Fakultas Psikologi UMM bagi korban Tragedi Kanjuruhan

Seminggu pascakejadian tragedi Kanjuruhan, Fakultas Psikologi UMM membuka posko bagi para korban Tragedi Kanjuruhan. Posko ini beroperasi mulai 6 Oktober hingga November 2022.

"Saya bergabung dengan tim relawan karena saya secara sukarela ingin ikutan serta ingin cari pengalaman terjun langsung. Saya pikir jika terjun langsung, maka saya akan pengalaman dan lebih tahu kondisi di lapangan," jelas Putri, Selasa (17/1).

Ia mendapat tugas untuk melakukan home visit, kegiatan sosial di sekolah dan menjadi petugas skrining di rumah-rumah.

"Saya jadi lumayan banyak tahu kondisi para korban/penyitas di sana. Saya dapat keluarga korban meninggal, luka-luka berat. Untuk masalah kesehatan, mereka sebenarnya waktu itu sudah agak membaik," jelas dia.

Apriliani pertama kali turun untuk home visit  pada 6 Oktober 2022.

"Saya kebagian di Kecamatan Dampit, Wajak dan di Sumberpucung, Kabupaten Malang. Saya mengunjungi lima rumah. Dari cerita korban yang dikunjungi, mereka bercerita tentang sepupu-sepupunya yang kena," papar wanita berhijab ini.

Pada saat melakukan home visit tersebut, dia gunakan untuk mengetahui kondisi korban secara psikologis. Apabila sekiranya korban membutuhkan pendampingan dari psikolog, maka Putri datang lagi bersama psikolog ke rumah korban tersebut.

Selanjutnya, korban akan mendapatkan terapi dari psikolog tersebut. Putri menuturkan, selain mengalami trauma, tidak sedikit korban yang mengalami luka fisik.

Selain mengunjungi korban, dia juga bertugas menjadi fasilitator di sekolah terdampak.

"Saya jadi fasilotator di sebuah SMP di Kecamatan Sumberpucung. Waktu itu targetnya kan anak-anak di bawah usia 18 tahun maka kami memberi permainan sambil memberitahu, misalkan relaksasi stres, bagaimana mengatur pola pernafasan mereka ketika merasa teringat kembali," jelasnya.

Sedang Ferdyn Divanico Fawwaz Muhammad menjadi koordinator di pos layanan UMM.

Tugasnya juga berkoordinasi dengan tim di luar yang melakukan home visit.

"Saya di posko layanan di mana menerima keluhan dari penyitas," kata mahasiswa ini. (Sylvianita Widyawati)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved