TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Sosok Dimas Alfan, Terapis Akupunktur yang Suka Rela Mendampingi Korban Tragedi Kanjuruhan
Dimas Alfan menjadi relawan korban Tragedi Kanjuruhan. Terapis akupuntur ini membantu mengobati para korban yang belum sembuh dari cedera
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG - Sudah lebih dari 100 hari tragedi Kanjuruhan berlalu. Peristiwa pada 1 Oktober 2022 itu telah menyebabkan 135 suporter Aremania meninggal dunia dan lebih dari 500 suporter mengalami luka-luka.
Melihat jumlah korban yang begitu banyak, hati Dimas Alfan, seorang terapis akupunktur, tersentuh dan memilih menjadi relawan tragedi Kanjuruhan.
Pria yang tinggal di daerah Bandulan, Kota Malang itu, kini disibukkan membantu mengobati para korban Tragedi Kanjuruhan yang belum sembuh dari cederanya.
Sudah banyak korban Tragedi Kanjuruhan yang dia tangani. Dan, sampai saat ini, tinggal lima korban yang memerlukan terapi darinya.
"Jumlah pastinya saya tidak menghitung, karena banyak, tapi sekarang tinggal lima korban yang menjalani pengobatan intensif," ucap Dimas, sembari melihat foto-foto para korban saat dia obati di ponselnya.
Dalam mengobati korban Tragedi Kanjuruhan, Dimas menggunakan metode pengobatan akupunktur.
Pengobatan akupunktur ini merupakan terapi Tiongkok kuno yang menggunakan jarum-jarum kecil atau tusuk jarum.
Salah satu pasien yang kini menjalani terapinya ialah Dian Puspita. Dian merupakan salah satu korban Tragedi Kanjuruhan yang mengalami patah kaki.
Sampai saat ini, Dimas aktif memantau kondisi Dian. Sebab, pascaoperasi, kondisi Dian semakin memburuk. Terdapat kerenggangan pada tulang yang menyebabkan kondisi Dian belum pulih.
"Dian sudah menjalani operasi kedua, operasi pertama hasilnya gak baik malah memburuk. Jadi perlu beberapa treatment yang harus dilakukan demi kesembuhan Dian," ujarnya.
Dimas menceritakan, para korban tragedi Kanjuruhan kebanyakan mengalami mata merah karena gas air mata, dislokasi tulang hingga patah tulang dan beberapa bagian tubuh yang tidak bisa digerakkan.
Dari keluhan tersebut, hanya patah tulang yang membutuhkan proses lebih lama untuk pengobatan. Oleh sebab itu, lima pasien yang kini sedang dia tangani merupakan korban yang mengalami patah tulang.
"Kalau saat ini, rata-rata penyembuhan patah tulang. Tinggal membantu korban agar bisa kembali jalan sampai benar-benar sembuh," ungkapnya.
Bagi Dimas, apa yang dia lakukan untuk tragedi Kanjuruhan ini merupakan misi kemanusiaan untuk membantu para korban.
Paling jauh, Dimas pernah menangani korban tragedi Kanjuruhan yang rumahnya berada di Blitar.
relawan tragedi kanjuruhan
relawan korban tragedi kanjuruhan
Liputan Khusus
tragedi Arema Vs Persebaya
korban tragedi Itaewon
Datang ke PN Surabaya, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Minta Terpidana Bayar Restitusi Rp 17,5 M |
![]() |
---|
DPRD Kabupaten Malang Sepakat Atas Tuntutan Keluarga Korgan Tragedi Kanjuruhan |
![]() |
---|
Tabur Bunga Iringi Doa Bersama Mengenang Dua Tahun Tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang |
![]() |
---|
Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Demonstran Gelar Aksi Damai Menyuarakan Usut Tuntas |
![]() |
---|
Begini Suasana Doa Bersama Aremania dan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan di Depan Gate 13 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.