Berita Gresik Hari Ini

4 Terdakwa Penista Agama Tidak Menyesal Gelar Prosesi Manusia Kawini Domba di Gresik

PENISTAAAN AGAMA DI GRESIK - “Kalau untuk konten, tidak menyesal yang mulia. Sebab, untuk menghibur,” kata Sutrisna. 

Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli A
TangkapLayar video
Pernikahan Saiful Arif dengan domba bernama Sri Rahayu di pesanggrahan Keramat Ki Ageng, Minggu (5/6/2022). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK – Empat terdakwa penistaan agama terkait perkawinan manusia dengan domba menyatakan tidak menyesal atas perbuatannya. Mereka bahkan merasa sedang menghibur masyarakat lewat konten di media sosial. 

Empat terdakwa itu terlibat menggelar pernikahan manusia dengan domba di Pesanggrahan Ki Ageng, Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng pada Minggu (5/6/2022).

Pesanggrahan itu milik terdakwa Nur Hudi Didin Ariyanto, anggota DPRD Gresik dari Nasdem

Pada Rabu (25/1/2023), mereka diadili di Pengadilan Negeri Gresik dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. 

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Moch. Fatkur Rochman, dan Jaksa Penuntut Umum Danu Bagus Pratama.

Sedangkan empat terdakwa didamping penasehat hukum mengikuti sidang secara online dari Rumah Tahanan Kelas IIB Gresik

Saat dikonfirmasi jaksa Danu Bagus, para terdakwa mengatakan tidak menyesal sebab kegiatan tersebut merupakan konten di media sosial untuk menghibur masyarakat. 

Empat terdakwa yaitu Nur Hudi Didin Ariyanto selaku pemilik pesanggrahan, Saiful Fuad atau Arif Saifullah sebagai content creator, Saiful Arif sebagai pengantin laki-laki dan Sutrisna sebagai penghulu. 

Semua terdakwa mengatakan tidak menyesal.

“Kalau untuk konten, tidak menyesal yang mulia. Sebab, untuk menghibur,” kata Sutrisna. 

Jaksa Danu Bagus menegaskan bahwa dalam kegiatan itu ada rangkaian menyebut nama Allah dan mahar.

“Karena untuk konten yang mulia. Dan masyarakat saat itu juga terhibur,” jawab Sutrisna.

Sementara, Saiful Fuad alias Arif Saifullah berdalih, rekaman momen itu terinspirasi keadaan bangsa yang memasuki tahun politik agar jangan sampai diadu domba. 

"Kenapa ada ide menggunakan kata Allah atau disambungkan ke Islam? Ya karena saya muslim. Selain tujuan awal untuk konten, hanya  hiburan yang ada pesan moralnya. Terus terang saya tidak merasa bersalah karena dari awal niat saya lurus," kata Saiful Fuad.

Sementara Saiful Arif selaku pengantin pria mengatakan, peran sebagai pengantin dilakukan atas arahan sutradara yakni Saiful Fuad. 

"Saya mau karena memang diberi peran itu. Kalau untuk konten, saya tidak apa-apa. Kalau menikah beneran, saya tidak mau, istri saya sudah cantik. Saya tidak menyesal karena itu memang konten," kata Saiful Arif.

Para terdakwa dijerat dengan pasal yang berbeda-beda. Di antaranya yaitu Pasal 156a KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Serta Pasal 45 A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi  dan transaksi elektronik. 

Sidang ditunda pekan depan pada Kamis (2/2/2023). “Sidang dengan agenda tuntutan pada pekan depan,” kata hakim Fatkur Rochman. 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved