Selasa, 14 April 2026

Berita Kota Batu Hari Ini

Beredar Video Anggota DPRD Kota Batu Memarahi Petugas Bank Titil

Beredar video anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, memarahi petugas bank titil berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Penulis: Dya Ayu | Editor: Yuli A
ist
Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, memarahi petugas bank titil berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Belum lama ini beredar video anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, memarahi petugas bank titil berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Khamim berbicara dengan nada tinggi karena lembaga lintah darat itu mematok bunga tinggi.

Dalam video berdurasi 1 menit 4 detik itu tampak Khamim Tohari yang juga Ketua Komisi C DPRD Kota Batu terlihat emosi karena bunga yang diberlakukan mencapai 25 persen.

“Jadi ini bank titil yang memeras warga Kota Batu. Bunganya 25 persen. Saya sebagai anggota DPRD Kota Batu tidak terima. Warga Kota Batu dicekik lehernya oleh oknum-oknum seperti ini. Banyak korban berjatuhan. Rumah tangganya hancur gara-gara oknum seperti orang ini,” tutur Khamim Tohari dalam video itu, Minggu (29/1/2023).

Khamim mengaku siap meladeni jika pihak bank titil itu akan melanjutkan ke proses hukum.

Terlepas soal video yang viral, Khamim Tohari sudah langsung menelisik soal bank titil itu.

Ia menilai perjanjian utang piutang yang diberlakukan bank titil ini tidak adil karena mematok bunga yang tidak masuk akal.

“Saya juga baru tahu kalau bank titil ini rajin keliling ke komunitas ibu-ibu untuk menawarkan utang. Saya minta Diskoperindag memastikan agar tidak ada koperasi yang menyaru bank titil di Kota Batu. Selain itu edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak utang pada bank titil juga harus digaungkan,” terangnya.

Lebih lanjut, terkait bank titil yang ada di Kota Batu, salah satu korban warga Desa Punten Kecamatan Bumiaji, yang diketahui merupakan ibu rumah tangga mengaku ia terus menerus diteror bank titil karena nominal semakin bertambah.

“Jadi saya utang buat modal jualan. Karena jualan buah saya sedang sepi sejak pandemi akhirnya nunggak dan diteror terus menerus sampai sekarang,” ujar korban bank titil yang tak mau disebutkan namanya. 

Bank titil yang diduga berkedok Koperasi simpan pinjam itu bernama Koperasi Arta Mandiri yang berada di Jalan Jalibar, Kepanjen.

Awalnya ia meminjam Rp 1,5 juta namun hanya menerima Rp 1,3 juta.

“Per minggunya cicilan saya Rp 195 ribu. Saya sudah beberapa kali nyicil tapi karena bunganya 25 persen itu akhirnya munggak dan bertambah terus. Semoga pemerintah Kota Batu busa membantu masalah karena juga banyak korban lain,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved