Berita Tulungagung Hari Ini
Tulungagung Awasi Hewan Ternak dari Ponorogo karena Ada Kasus PMK
Dinas Peternakan Tulungagung awasi lalu lintas hewan ternak karena ada kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Ponorogo.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Tulungagung melakukan pengawasan lalu lintas hewan ternak.
Pengetatan pengawasan terutama dilakukan di wilayah Kecamatan Pagerwojo, yang menjadi pintu masuk dari arah Ponorogo.
Langkah ini dilakukan karena masih ada kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah barat Kabupaten Tulungagung ini.
“Satgas PMK masih ada. Selain petugas kami, ada polisi, TNI dan BPBD masih aktif melakukan pengawasan hewan ternak,” terang Kabid Kesehatan Hewan Disnakkeswan Tulungagung, Tutus Sumaryani.
Sebelumnya, wilayah Kabupaten Tulungagung menjadi daerah paling akhir terserang PMK di tahun 2022.
Namun kala itu ledakan PMK terjadi karena ada pedagang sapi yang berlaku nakal.
Mereka membeli sapi dengan harga murah dari daerah yang diserang PMK, dengan maksud disembelih untuk mendapat untung.
Karena perilaku itu maka wabah PMK merebak di wilayah Kecamatan Pagerwojo.
“Karena itu kita adakan upaya pengawasan lalu lintas hewan ternak supaya hal itu tidak terjadi lagi,” tegas Tutus.
Selain itu Disnakkeswan juga kembali menggalakkan vaksinasi PMK pada hewan ternak, mulai sapi, kambing, domba dan babi.
Selama 2021 lalu vaksinasi PMK ini telah mencapai 65 persen dari hewan ternak.
Sementara tahun 2023 ini vaksinasi PMK ditargetkan mencapai 80 persen dari populasi.
“Ada gelombang kedua PMK di daerah lain, terutama pada hewan ternak yang belum divaksin. Karena itu kami giatkan lagi vaksinasi,” ungkap Tutus.
Satu hewan ternak membutuhkan tiga kali vaksin PMK.
Suntikan pertama dan kedua ada jeda selama satu bulan, lalu enam bulan kemudian disuntik dosis 3.
Capaian 80 persen cukup sulit, karena ada hewan ternak lama yang disembelih atau dijual ke daerah lain.
Selain itu ada juga hewan ternak yang baru lahir sehingga menjadi sasaran baru vaksinasi PMK.
“Sejak usia 2 minggu hewan ternak sudah bisa divaksin PMK,” papar Tutus.
Saat ini Disnakkeswan Tulungagung masih mempunyai 73.000 dosis vaksin PMK.
Jumlah ini ditargetkan sudah terserap pada Maret 2023.
Saat ini Tulungagung sudah dinyatakan zero PMK, terhitung sejak pertengahan November 2023.
Salah satunya karena masih memberlakukan pembatasan pasar, hanya untuk hewan ternak local.
“Kami belum menerima hewan ternak dari daerah lain. Karena masih ada daerah yang masih ada PMK,” pungkas Tutus.
Pemkab Tulungagung Butuh Rp 16 Miliar dari BTT Pemprov Jatim Untuk Pemulihan Jalan dan Jembatan |
![]() |
---|
FAKTA Hutan Berubah Jadi Ladang Jagung, jadi Sumber Ancaman Bencana Alam di Tulungagung Selatan |
![]() |
---|
Pesepeda Tampil di Hell2Man, Taklukan Rute Pegunungan Waduk Wonorejo Tulungagung - Kecamatan Sendang |
![]() |
---|
Memperbaiki Data Dari Desa, BPS dan Pemkab Tulungagung Mencanangkan Desa Cinta Statistik |
![]() |
---|
Banjir di Tulungagung, Banyak Sepeda Motor Mogok Terjebak di Simpang Orari |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.