Berita Malang Hari Ini

Kondisi Tarekot Sekarang, Ayunan dan Patung Kuda Hanya Jadi Penghias Taman

Taman Rekreasi Kota (Tarekot) Kota Malang terbengkalai pasca pembubaran UPT Tarekot pada akhir 2022.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Pemandangan salah satu sudut Tarekot yang terbengkalai di belakang Balai Kota Malang. Sejak Desember 2022, tempat ini tidak beroperasi untuk publik. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Taman Rekreasi Kota (Tarekot) Kota Malang terbengkalai pasca pembubaran UPT Tarekot pada akhir 2022.

Saat ini aset taman yang berada di belakang Balai Kota Malang tersebut tercatat di Bagian Umum Pemkot Malang.

Sejumlah kandang satwa sudah tidak tertata. Tidak ada satwa yang tersisa.

Air kolam juga tidak terisi. Sejumlah patung rusak. Ayunan dan patung kuda di bagian depan hanya menjadi penghias taman.

Kabag Umum Pemkot Malang, Yani Prasetyo menyatakan pihaknya hanya berwenang untuk pemeliharaan. Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengoperasikan Tarekot.

"Pasca penghapusan UPT, Bagian Umum hanya memelihara saja. Ketika ada UPT, pengelolaan Tarekot di bawah Disporapar," kata Yani kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (14/2/2023).

Saat ini Tarekot tutup total. Tidak ada layanan pariwisata di tempat tersebut sejak Desember 2022.

"Kami tidak punya wewenang untuk mengoperasikan. Kami juga belum tahu proses selanjutnya. Kami masih menunggu petunjuk pimpinan. Nanti pasti ada evaluasi organisasi dan akan dipikirkan kembali," ujar Yani.

Kawasan Tarekot semakin tidak terurus setelah Gedung Mini Block Office berdiri.

Dulu Tarekot menjadi tujuan wisata alternatif karena berbiaya murah.

"Dulu kan bagian itu tempat pembuangan sampah. Pembangunan tarekot itu agar kawasan itu tidak kumuh," imbuh Yani.

Warga bernama Lucky Aditya memiliki kenangan tersendiri dengan Tarekot. Saat kecil, Lucky bersama keluarga dan teman-temannya sering main ke kawasan tersebut.

Lucky menyayangkan Tarekot tidak beroperasi kembali. Menurutnya, Pemkot perlu mempertahankan Tarekot, tapi dengan inovasi yang sesuai selera wisatawan saat ini.

Lucky menilai Tarekot telah menjadi ikon Kota Malang.

"Tempat yang terbengkalai itu bisa menjadi sentra tanaman hias. Kan bagus itu untuk dilihat dan dikunjungi wisatawan," kata Lucky.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved